MalukuTual

Kerajinan Suram Tam di Ambang Kepunahan, Perajin Muda Kian Langka

×

Kerajinan Suram Tam di Ambang Kepunahan, Perajin Muda Kian Langka

Sebarkan artikel ini
22/8/2026 - Pengrajin-pengrajinnya Suram
Perajin Siti Johora Elwaan (60) membuat kerajinan gerabah tradisional atau Suram secara manual di Desa Tam, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku. (JendelaMaluku.com - Megarivera Renyaan)

Ukuran sedang yang digunakan untuk merebus obat herbal dibanderol Rp50 ribu, sedangkan bentuk guci berukuran besar sekitar Rp200 ribu.

Meski demikian, kerajinan Suram masih memiliki pasar, termasuk dari wisatawan mancanegara yang berkunjung langsung ke Desa Tam.

“Peminat yang datang langsung membeli di desa kebanyakan wisatawan mancanegara dari Perancis, Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya,” ujarnya.

Siti berharap pemerintah maupun berbagai pihak dapat membantu memperkenalkan kembali kerajinan Suram kepada generasi muda.

Menurutnya, pelestarian tidak cukup hanya dengan mempertahankan produk, tetapi juga harus memastikan keterampilan pembuatannya diwariskan.

Baja Juga :  Tim Dance Kota Tual Raih Dua Gelar di World of Dance Indonesia, Bawa Pesan Positif untuk Anak Muda

“Desa ini sudah menjadi sentra gerabah Tam, sayang kalau sampai punah. Makanya perlu ada edukasi, mengumpulkan perajin dan anak muda setempat,” pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM