AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat lonjakan tajam pada nilai impor Maluku sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Peningkatan signifikan pada sektor impor ini berimbas pada melebarnya defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku.
Berdasarkan data BPS Maluku, nilai impor Maluku periode Januari-Agustus 2026 menembus angka US$ 508,55 juta.
Angka ini meroket hingga 130,94 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Khusus untuk bulan Agustus 2026 saja, nilai impor Maluku tercatat mencapai US$ 54,68 juta, atau melonjak sebesar 65,88 persen dari kondisi Agustus 2025 yang bernilai US$ 32,96 juta.
Seluruh komoditas impor tersebut mencakup sektor minyak dan gas (migas) serta nonmigas.
Kinerja Ekspor Maluku Menguat
Di sisi ekspor, perdagangan luar negeri Maluku sebenarnya menunjukkan tren positif.
Nilai ekspor akumulatif Maluku pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$ 39,43 juta, naik 37,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menariknya, seluruh nilai ekspor Maluku berasal dari komoditas nonmigas.
Untuk bulan Agustus 2026, nilai ekspor berada di angka US$ 6,07 juta.
Angka ini membaik signifikan dibanding Agustus 2025 yang saat itu tidak mencatatkan adanya aktivitas pengiriman barang ke luar negeri.
Neraca Perdagangan Alami Defisit Besar
Meski performa ekspor tumbuh pesat, tingginya volume dan nilai impor membuat neraca perdagangan luar negeri Maluku tertekan parah.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Maluku periode Januari-Agustus 2026 mengalami defisit sebesar US$ 469,12 juta.
Penyumbang defisit terbesar didominasi oleh sektor migas yang mencatatkan defisit sebesar US$ 464,34 juta.
Sementara itu, sektor nonmigas turut menyumbang defisit dalam skala yang relatif kecil, yaitu sebesar US$ 4,78 juta.(*)







