LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui pengembangan sektor rumput laut.
Salah satunya ditandai dengan peresmian fasilitas penjemuran rumput laut di Ohoi Uf, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Selasa (16/12/2025).
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari kerja sama internasional yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025, melibatkan Hyundai Asan dan National Institute of Fisheries Science (NIFS) Korea Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap budidaya rumput laut berkelanjutan di Maluku Tenggara.
Sarana penjemuran ini dibangun di atas lahan seluas 210 meter persegi, dengan total luas lantai mencapai 473 meter persegi.
Fasilitas tersebut dilengkapi area penjemuran indoor dan outdoor, masing-masing menyediakan 112 rak, guna menunjang kualitas dan efisiensi proses pascapanen rumput laut.
Prosesi peresmian berlangsung khidmat dan unik karena disampaikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Korea Selatan, yang menarik perhatian serta menimbulkan kekaguman warga setempat.
Sejumlah pejabat dan mitra strategis turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, perwakilan NIFS Kementerian Samudera dan Perikanan Republik Korea Selatan, pimpinan Hyundai Asan, serta Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Bupati Malra, Muhammad Thaher Hanubun, dalam sambutannya menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi yang mendapat dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah.
“Kami hadir lengkap, dari staf ahli hingga pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), guna memberikan dukungan terhadap proyek strategis ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa antusias pemerintah daerah terhadap keberlanjutan kerja sama tersebut di masa mendatang.
Hanubun menjelaskan, Pemerintah Ohoi Uf telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan budidaya rumput laut oleh masyarakat.
“Lahan rumput laut yang tersedia seluas 8.600 ribu, dan baru digunakan sekitar 1.000 lebih, ini merupakan tindak lanjut kunjungan tahun 2023 lalu,” ujarnya.
Dengan potensi lahan yang besar, Pemkab Malra berharap manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Ohoi Uf, tetapi juga dapat dikembangkan hingga ke wilayah Kei Besar dan Kei Besar Utara (Kebut).
“Kami berharap, warga yang menerima bantuan dapat digunakan semaksimal mungkin, agar dapat merubah kehidupan dan perekonomian keluarga kedepannya,” ujarnya.







