Ia menjadi salah satu penampil terbaik Liverpool di tengah musim yang buruk bagi juara Premier League 2024/25 tersebut.
Kekhawatiran Cedera
Belanda menerima pukulan telak pada bulan April ketika sang playmaker, Xavi Simons, mengalami cedera robek ligamen lutut anterior (ACL) saat bermain untuk Tottenham.
Sebagai pemain kreatif yang bisa dibilang paling penting bagi Belanda, ia harus menepi selama berbulan-bulan dan dipastikan tidak memiliki peluang untuk tampil di turnamen ini.
Memphis Depay, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya dengan 55 gol dalam 108 penampilan, biasanya menjadi tumpuan di lini depan, meskipun ketidakkonsistenannya sering kali membuat frustrasi pihak klub maupun tim nasional.
Ia tetap masuk dalam skuad meskipun hanya tampil dua kali sebagai pemain pengganti untuk klub Brasil-nya, Corinthians, selama dua bulan terakhir karena berjuang pulih dari cedera hamstring.
“Saya memilih Memphis karena kapasitas dirinya. Saya tidak melihat ada orang lain di posisi itu yang bisa melakukan apa yang dia lakukan. Saya percaya dia bisa menjadi aset penting, tetapi dia memang harus melewati periode mendatang dengan baik,” ujar pelatih Ronald Koeman.
Bek Arsenal, Timber, juga menjadi kekhawatiran karena cedera pangkal paha telah membuatnya absen sejak Maret, dan ia pastinya membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran bertandingnya.
“Kami memiliki Ian Maatsen dan Lutsharel Geertruida dalam daftar siaga untuk menggantikan Timber. Situasinya saat ini adalah dia seharusnya berlatih dengan Arsenal hari ini untuk dipantau menjelang akhir pekan. Mereka menghadapi final Champions League pada hari Sabtu. Masih harus dilihat apakah dia akan fit untuk pertandingan tersebut,” kata Koeman.
Kesempatan Kedua Koeman
Ini adalah masa jabatan kedua Koeman sebagai pelatih tim nasional, setelah sebelumnya memimpin mereka dari 2018 hingga 2020.
Setelah Belanda gagal lolos ke Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, Koeman berhasil membawa mereka lolos ke Euro 2020, namun ia hengkang sebelum turnamen dimulai untuk melatih Barcelona.
Setelah sempat kesulitan dalam peran kepelatihannya di level klub baru-baru ini, Koeman kembali untuk memegang kendali lagi.
Ia adalah sosok yang populer di kalangan pemain pada masa jabatan lalunya dan dihormati sebagai legenda sepak bola Belanda.
Ia akan menghadapi tugas berat untuk menyeimbangkan talenta kelas dunianya dengan skuad yang di beberapa lini masih kurang merata.
Ia berharap setidaknya tidak harus berurusan dengan ego yang retak dan kepribadian keras yang sempat merusak keharmonisan skuad Belanda yang sangat kuat di masa lalu.







