BeritaMaluku Tenggara

Tetap Jadi Primadona, Lontar Masih Jadi Takjil Paling Dicari Warga Saat Berbuka di Maluku Tenggara

×

Tetap Jadi Primadona, Lontar Masih Jadi Takjil Paling Dicari Warga Saat Berbuka di Maluku Tenggara

Sebarkan artikel ini

Maluku Tenggara

JENDELAMALUKU.COM — Memasuki minggu kedua Ramadan antusiasme masyarakat Maluku Tenggara meningkat dalam berburu takjil.

Terpantau titik penjualan takjil di wilayah Watdek Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dipadati pembeli sejak dibuka pada pukul 14:00 wit, Senin (2/3/2026).

Pantauan media ini, di Watdek deretan pedagang musiman maupun pelaku UMKM lokal menjajakan beragam menu berbuka puasa.

Mulai dari es campur, es buah, es cincau, lontar, wajik ketan, kue lapis, risol, gorengan, pisang enbal hingga menu berat ikan dan aneka sayuran.

Warga non muslim (nonis) tampak antusias memilih menu favorit mereka untuk disantap saat berbuka.

Baja Juga :  Puasa Ramadan Menajamkan Kecerdasan Emosional

Lontar masih menjadi penganan buka puasa primadona di Malra.

Salah seorang penjual Fitri Achmad, mengaku sejak hari pertama puasa tingkat penjualan meningkat dan didominasi saudara kita dari nonis.

“Sejak hari pertama pembelian rangking pertama didominasi saudara daek nonis,” ujarnya.

Menurutnya, mereka mulai menggelar war takjil dari pertama kali lapak dibuka yakni sejak pukul 14:00 wit.

“Kebanyakan yang paling dicari aneka es, asida, kue jaman dulu (jadul) namun yang paling banyak peminatnya yakni lontar,” ungkapnya.

Fitri pun mengaku kerap kewalahan kala melayani pelanggan, stok yang diburu sering habis.

“Lontar sama mentol yang kerap kehabisan stok,” cetusnya.

Baja Juga :  Berbagi di Ramadan, Polres Buru Santuni Anak Yatim dan Pererat Kedekatan dengan Warga

Sehari, lanjutnya bisa mengantongi 3 hingga 4 juta dalam, karena rerata dibandrol Rp. 10 ribu per pcs.

“Ramadan tahun ini bawa berkah,” pungkasnya.

Fenomena berburu takjil yang trend dengan istilah war takjil menjelang berbuka puasa memang hampir menjadi tradisi tahunan setiap Ramadan, termasuk di Toraja Utara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Selain menjadi momen mencari hidangan berbuka, suasana ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM