JENDELAMALUKU.COM – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mendesak jajaran TNI dan Polri untuk bergerak cepat, profesional, dan proporsional dalam mengejar serta menangkap gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pelaku pembunuhan keji terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Desakan ini disampaikan untuk mencegah aksi teror berulang yang berpotensi melumpuhkan aktivitas dan menciptakan suasana ketakutan yang meluas di tengah masyarakat setempat.
Founder dan Ketua FPCI, Dino Patti Djalal menegaskan, pembiaran terhadap aksi biadab ini hanya akan memberi ruang bagi kelompok separatis bersenjata untuk terus mempropagandakan ketakutan.
“Kami menghimbau agar aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, dapat segera mengidentifikasi, mengejar, dan menangkap seluruh pelaku yang ada dalam video tersebut serta mengadili mereka. Jika tidak ditindak tegas, gerombolan ini pasti akan terus melakukan aksi biadab sehingga masyarakat setempat akan hidup dalam suasana ketakutan,” tegas Dino dalam pernyataan resminya.
Soroti Ketidakberdayaan Korban Sipil
Pernyataan keras FPCI didasari oleh bukti rekaman video yang disebarkan langsung oleh kelompok pelaku.
Dalam video tersebut, terlihat jelas tiga warga sipil, dua di antaranya pasangan suami istri bernama Selly Wenda dan seorang perempuan lainnya dikeroyok, dianiaya, dan ditembak dari belakang saat sudah menyerah tanpa senjata.
Dino menekankan, tindakan ini merupakan aksi teror barbar yang murni pelanggaran HAM berat dan tidak memiliki alasan pembenaran politik apa pun.
“Korban tidak bersenjata dan tidak melawan, bahkan sempat meminta belas kasihan. Setelah dibunuh, mayat korban dibuang begitu saja. Ini adalah aksi penyerangan biadab yang sangat mengusik nurani bangsa,” ujarnya.
Tindakan Profesional dan Jaminan HAM
Meski mendorong penindakan hukum secara tegas dan cepat, FPCI mengingatkan agar operasi pemburuan yang dilakukan aparat di lapangan tetap mengedepankan profesionalisme dan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat.
“Dalam operasi pengejaran terhadap para pelaku, kami menghimbau agar TNI dan Polri dapat bergerak cepat secara profesional dan proporsional, memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat di Papua, serta tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata Dino.
Ia juga menegaskan agar aparat keamanan tidak ragu dalam bertindak lantaran kekhawatiran atas respons luar negeri.
Dino memastikan tidak ada satu pun negara di dunia maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung aksi terorisme dan pembunuhan terhadap warga sipil. Penegakan hukum yang tegas dan terukur justru menjadi kewajiban mutlak negara dalam melindungi rakyatnya.(*)







