LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Suasana duka menyelimuti Bandara Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (29/7/2026), saat jenazah Patris Horokubun Renyaan (22), korban meninggal dunia dalam bentrokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tiba di kampung halamannya.
Jenazah tiba sekitar pukul 13.30 WIT setelah sempat mengalami dua kali penundaan penerbangan di Bandara Pattimura, Ambon. Kedatangannya disambut tangis haru keluarga yang telah menunggu sejak pagi.
Sejumlah anggota keluarga, termasuk kakak dan adik kandung korban, turut mendampingi proses pemulangan jenazah dari Jakarta hingga tiba di Maluku Tenggara.
Dari bandara, jenazah langsung diberangkatkan menuju Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Patris diketahui bekerja sebagai staf keamanan (security) di Jakarta.
Ia meninggal dunia setelah menjadi korban bentrokan yang terjadi di kawasan Menteng dan meluas hingga Tambak serta Matraman pada Minggu (26/7/2026).
Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara, Antonius Renyaan, yang juga mewakili keluarga korban, menegaskan bahwa Patris tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok maupun organisasi masyarakat yang diberitakan.
Menurut Antonius, sebelum insiden terjadi, korban sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya di sebuah kafe milik warga asal Ambon di kawasan Matraman.
“Korban awalnya tengah nongkrong di kafe milik orang Ambon bersama teman-temannya di kawasan Matraman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keributan bermula dari perselisihan antara seorang pelanggan gerobak nasi uduk dengan sekelompok pemuda yang dipicu oleh teguran bernada kasar.
“Tidak terima karena ditegur dengan kata-kata kasar, kelompok pemuda kemudian memanggil teman-temannya hingga terjadi keributan,” katanya.
Situasi semakin memanas setelah lapak pedagang nasi uduk dirusak.
Peristiwa itu memicu reaksi warga sekitar yang kemudian menyerang lokasi tempat korban berada sehingga bentrokan meluas.
“Warga membalas dengan menyerang kafe tersebut, tempat korban berada saat kejadian. Dari situ terjadi pembunuhan, pembakaran, hingga keributan besar,” tutur Antonius.
Pihak keluarga juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang menyebut korban sebagai debt collector atau bagian dari kelompok tertentu.
“Anak ini bekerja resmi di salah satu perusahaan sebagai staf security. Dia tidak tergabung dalam ormas maupun kelompok apa pun. Tujuannya merantau hanya untuk membantu orang tua,” tegasnya.
Rencananya, jenazah Patris Horokubun Renyaan akan dimakamkan pada Kamis (30/7/2026) pukul 15.00 WIT di Ohoi Sathean. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan menurut tata cara Gereja Katolik Roma.(*)







