MalukuMaluku Tenggara

Festival Pesona Kei 2026 Jadi Etalase Budaya, Pemkab Malra Perkuat Promosi Wisata dan UMKM

×

Festival Pesona Kei 2026 Jadi Etalase Budaya, Pemkab Malra Perkuat Promosi Wisata dan UMKM

Sebarkan artikel ini

Festival Pesona Kei

5/8/2026 - Charlos Viali Rahantoknam
KEI: Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, membuka Festival Pesona Kei 2026 di Ohoi Elaar Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026). (Courtesy MC Malra)

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM –  Festival Pesona Kei 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sebagai ajang memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan industri kreatif.

Festival yang digelar di Ohoi Elaar Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026), turut dihadiri Wakil Bupati Malra, Charlos Viali Rahantoknam.

Kegiatan tersebut juga menjadi puncak pengabdian Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Kei Kecil 2026.

Dalam sambutannya, Charlos menilai Festival Pesona Kei tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan alam, adat istiadat, seni, kuliner, dan tradisi masyarakat Kei kepada wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Festival ini merupakan ruang promosi yang memperlihatkan identitas masyarakat Kei sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan industri kreatif,” kata Charlos.

Ia mengatakan, keberhasilan pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Baja Juga :  PLN Goes to School di Banda, Ajak Generasi Muda Pahami Energi dan Digitalisasi

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengapresiasi keterlibatan Universitas Gadjah Mada melalui program KKN-PPM yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada, para dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa KKN-PPM yang telah mengabdikan ilmu dan tenaga bagi masyarakat Kei Kecil,” ujarnya.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama masyarakat melaksanakan berbagai program pemberdayaan yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kelembagaan ohoi.

Menurut Charlos, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keramahan, budaya, dan kelestarian lingkungan agar wisatawan memperoleh pengalaman terbaik selama berkunjung ke Kepulauan Kei.

“Mari kita jadikan Festival Pesona Kei sebagai momentum mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, serta menjaga kelestarian alam dan tradisi yang menjadi warisan leluhur. Sambut setiap tamu dengan keramahan masyarakat Kei sehingga mereka membawa kesan baik dan ingin kembali berkunjung,” pesannya.

Baja Juga :  Lantik Puluhan Pejabat, Bupati Maluku Tenggara: Disiplin dan Integritas

Sementara itu, Koordinator Umum Festival Pesona Kei 2026, Agung Prasetyo, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat kolaborasi mahasiswa KKN-PPM UGM bersama masyarakat di Ohoi Elaar Ngursoin, Lamagorang, dan Elaar Let.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi faktor utama yang membuat festival berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Festival ini bukan hanya karya mahasiswa KKN, tetapi merupakan hasil kolaborasi bersama masyarakat. Kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme,” ujar Agung.

Ia berharap Festival Pesona Kei dapat terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan Kabupaten Maluku Tenggara yang tidak hanya melestarikan budaya Kei, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM