Maluku

FPIK Unpatti Bekali Perempuan Assilulu dengan Keterampilan Kelola Ikan hingga Keuangan

×

FPIK Unpatti Bekali Perempuan Assilulu dengan Keterampilan Kelola Ikan hingga Keuangan

Sebarkan artikel ini
22/8/2026 - Negeri Asilulu
Perempuan pesisir Negeri Assilulu mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FPIK Universitas Pattimura yang membahas penanganan hasil perikanan, literasi keuangan, pemanfaatan limbah ikan, dan pengelolaan sampah pesisir, Kamis (20/8/2026). (ISTIMEWA)

JENDELAMALUKU.COMPerempuan pesisir Negeri Assilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, didorong untuk memperkuat perannya dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus menjaga lingkungan pesisir.

Dorongan tersebut diberikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan 23 perempuan dari kalangan jibu-jibu, penadah atau pengepul ikan, serta kader posyandu di Baileo Negeri Assilulu, Kamis (20/8/2026) lalu.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian FPIK Menuju Desa Binaan dalam rangka Dies Natalis ke-44 FPIK Unpatti itu tidak hanya membahas cara menjaga kualitas ikan.

Para peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan limbah perikanan, pengelolaan keuangan, literasi digital hingga pengelolaan sampah pesisir.

Materi mengenai penanganan ikan pascapenangkapan disampaikan Prof. Dr. Ir. Fredrik Rieuwpassa, dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.

Baja Juga :  Lewat Program LUTD, PLN UIW MMU Telah Listriki 104 Rumah Tangga Prasejahtera per April 2025

Menurutnya, kemampuan menjaga ikan tetap segar sejak setelah ditangkap hingga dipasarkan menjadi hal penting bagi perempuan yang terlibat dalam rantai perdagangan hasil perikanan.

“Penanganan ikan segar yang baik sangat membantu ibu-ibu dalam menjaga kualitas ikan. Ikan yang ditangani dengan benar sejak awal akan lebih terjaga kesegarannya sehingga kualitasnya tetap baik ketika dipasarkan kepada konsumen,” tutur Fredrik.

Selain penanganan ikan, Prof. Dr. Ir. Trijunianto Moniharapon, memberikan pengetahuan mengenai teknik atong, sedangkan Ir. Theodora E.A.A Matrutty, mengenalkan pengolahan sisik ikan.

Materi pengolahan sisik ikan menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, bagian ikan yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah diperkenalkan sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

Baja Juga :  123 Warga Pesisir Asilulu-Maluku Tengah Dapat Pengobatan Mata Gratis, Mayoritas Lansia

Upaya meningkatkan kapasitas perempuan juga menyentuh aspek pengelolaan ekonomi. Kesya Pattimukay, dari Program Studi Agrobisnis Perikanan memberikan materi literasi digital dan keuangan.

Pengetahuan tersebut dinilai penting karena sebagian perempuan pesisir tidak hanya berperan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi juga terlibat langsung dalam perdagangan dan pemasaran hasil perikanan.

Dengan kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi digital, perempuan diharapkan dapat lebih tertata dalam mengelola usaha sekaligus memanfaatkan ruang digital untuk mendukung pemasaran produk.

Tidak berhenti pada ekonomi, FPIK Unpatti juga mengajak perempuan Assilulu melihat persoalan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan pesisir.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM