JENDELAMALUKU.COM – Cristiano Ronaldo mendesak agar suporter yang melontarkan yel-yel bernada ejekan terkait mendiang Diogo Jota kepada Ruben Neves dijatuhi hukuman larangan masuk stadion seumur hidup.
Aksi tak terpuji tersebut terjadi dalam laga Liga Pro Arab Saudi antara Al-Taawoun melawan Al-Hilal di Buraydah, Arab Saudi, Sabtu lalu.
Diogo Jota meninggal dunia pada 3 Juli 2025 akibat kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol barat laut, bersama saudaranya, Andre Silva.
Neves, yang merupakan sahabat dekat Jota, menjadi salah satu pengusung peti jenazah pada prosesi pemakamannya.
Rekaman dari tribun penonton yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah suporter menyanyikan nama “Jota” untuk memprovokasi Neves.
Aksi itu menarik perhatian Neves, yang kemudian merespons dengan menunjuk ke arah matanya lalu mengarahkannya ke langit.
Saat melintasi mixed zone usai pertandingan, Neves memberikan komentar menohok.
“Saya harap mereka tidak pergi berdoa setelah melakukan ini,” ujarnya.
Ronaldo turut memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya di kolom komentar unggahan video tersebut.
“Pihak liga harus mengambil tindakan tegas dan menghukum perilaku suporter seperti ini,” tulis Ronaldo.
“Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasan. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh lagi diizinkan masuk ke stadion.”
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan Al-Hilal, di mana Neves bermain selama 75 menit sebelum digantikan.
Manajemen Al-Hilal menyatakan telah mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi terkait insiden tersebut.
Pihak klub optimistis langkah tegas akan diambil untuk menjaga integritas kompetisi dari tindakan yang menyinggung.
“Klub menolak keras segala bentuk tindakan yang menyerang pemain maupun keluarga mereka, atau yang bertujuan untuk memberikan penghinaan secara personal,” bunyi pernyataan resmi Al-Hilal pada Minggu.
Pada hari yang sama, pihak Al-Taawoun juga merilis pernyataan resmi yang mengecam keras aksi suporter tersebut.
“Perilaku seperti itu sangat tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan nilai-nilai Al-Taawoun, para pendukung kami, maupun tradisi tribun kami,” tegas Al-Taawoun.
Mereka juga berjanji akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengusut tuntas insiden ini agar tidak terulang di masa depan.(*)






