TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Musim kemarau pangan (El Nino) mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah Kepulauan terluar di Kota Tual, Provinsi Maluku..OMC
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan pasokan air yang tak kunjung mengalir, warga terpaksa menempuh belasan kilo untuk mengambil air sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Debit sumur bor menurun, sementara sumber air yang tersedia semakin terbatas.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tual menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Bantuan itu diberikan atas instruksi Wali kota Tual Akhmad Yani Renuat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tual, Ahmad Rahayaan mengatakan, saat ini Tual berada dalam kondisi siaga darurat.
“Ada beberapa wilayah yang masuk dalam kondisi siaga darurat yakni, Desa Kamear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Desa Tam Ngurhir, Dusun Ohoitom dan Dusun Ngurnila, Kecamatan Tayando Tam,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, empat kawasan ini cukup mengalami kekeringan parah, dimana masyarakat lebih banyak bertumpu pada sumur dan air hujan.
“Hampir enam bulan ini, hujan tak kunjung turun, oleh karena itu kami mendapatkan instruksi untuk menyuplai kebutuhan air bersih yakni 8.120 dos air mineral dan 433 air galon isi ulang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, BPBD Tual akan terus bersiaga dan membuka ruang laporan bagi wilayah-wilayah lain yang di Kota Tual yang mengalami krisis serupa.
“Penyaluran ini akan kami lakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang membutuhkan. Kami jugamengimbau kepada seluruh masyarakat
agar mulai menghemat penggunaan air serta bijak dalam memanfaatkan sumber air yang ada selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya.







