JENDELAMALUKU.COM – Salah satu pencetak gol paling produktif di dunia, Kylian Mbappe, sejatinya bisa saja menandatangani kontrak dengan Manchester United saat ia masih menjadi remaja yang belum banyak dikenal di liga Prancis.
Namun, tim pemandu bakat klub Liga Inggris tersebut memutuskan untuk tidak mendekati klubnya saat itu, Monaco, seperti diungkapkan oleh mantan pemain sekaligus pelatih United, Ryan Giggs.
Giggs, yang menjabat sebagai pelatih interim dan asisten pelatih United antara tahun 2014 hingga 2016, menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah siniar bersama mantan rekan setimnya di United, Rio Ferdinand, pada hari Rabu.
Mbappe telah mengantongi sejumlah rekor pencetak gol di tingkat klub maupun internasional, dan kini membela raksasa sepak bola Eropa asal Spanyol, Real Madrid.
Pemain berumur 27 tahun tersebut bergabung dengan tim La Liga itu pada tahun 2024 dari juara liga Prancis, Paris Saint-Germain. PSG sebelumnya memboyong Mbappe dari Monaco pada tahun 2018 setelah sang pemain memukau Ligue 1 lewat kecepatan dan akurasi tembakannya.
Namun menurut Giggs, Mbappe bisa saja menjadi bagian dari Setan Merah andai pemandu bakat klub bergerak mengejarnya setelah memantau permainannya pada tahun 2015.
Legenda United itu menceritakan bahwa dirinya sedang berada di Prancis selatan pada tahun 2015 ketika dihampiri oleh seorang pemandu bakat lokal yang memberinya bocoran mengenai talenta muda yang sedang berkembang.
“Saya sedang berjalan di sepanjang pantai menuju hotel dan tiba-tiba merasa ada seseorang yang mendekati saya,” kata Giggs saat menceritakan pertemuannya dengan pemandu bakat tersebut.
“Dia mendekati saya dan berkata, ‘Saya cuma mau menyapa. Saya penggemar berat United dan fans berat Anda. Saya sering menonton pertandingan sepak bola usia muda di Prancis dan Anda harus melihat pemain ini. Namanya Kylian Mbappe. Dia ada di Monaco dan menurut saya dia pemain yang cocok untuk Man United.’”
Menurut Giggs, yang saat itu menjabat sebagai asisten pelatih Louis van Gaal, pemandu bakat tersebut kemudian meminta alamat emailnya dan mengirim pesan beberapa minggu kemudian yang berisi detail tentang Mbappe.
Hal itu mendorong Giggs dan sesama asisten pelatih United, Albert Stuivenberg, untuk menyaksikan permainan Mbappe di tim muda Monaco.
Mereka pun dibuat terpesona oleh kehebatan sang pemain.
“Kami langsung takjub, ‘Wow! Siapa pemain ini?’” kenang mantan pemain sayap tersebut.
“Anda melihat banyak pemain dan mereka bisa saja terlihat spesial, tetapi dia [Mbappe] memang tampak sangat luar biasa.”






