AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Kualitas udara di Kota Ambon secara umum dilaporkan terus berangsur membaik dan berada dalam tingkat aman serta batas normal, Kamis (22/10/2026).
Meski begitu, masyarakat diminta tidak lengah karena sejumlah wilayah masih diselimuti kondisi udara kabur akibat sisa kabut asap.
Berdasarkan data pemantauan IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) Kota Ambon tercatat berada di angka 82 dengan kategori Sedang.
Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat mikro PM_(2.5) dengan konsentrasi 25,7 ug m3.
Konsentrasi ini tercatat setara dengan 5,1 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah seperti Teluk Ambon dan Leitimur Selatan masih berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Suhu udara rata-rata di wilayah tersebut berkisar antara 23 derajat celcius hingga 29 derajat celcius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni 70 % hingga 96 %.
Pemerintah Kota Ambon bersama instansi terkait terus memantau parameter penting lingkungan, termasuk konsentrasi ozon permukaan (O_3) dan PM_(2.5).
Pemantauan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi kesehatan, pemerintah mengimbau kelompok rentan; seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan/asma untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan.
Masyarakat umum yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga disarankan untuk tetap mengenakan masker medis atau masker N95, terutama saat melintasi kawasan yang tampak diselimuti kabut kabur.
Sementara itu, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah mencatat 369 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Maluku.
Pada saat yang sama, petugas berhasil menangani kebakaran lahan seluas sementara enam hektare di Dusun Siwang (Kezia), Negeri Urimessing, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla mengatakan, kebakaran di Siwang terjadi pada dua area dengan luas masing-masing diperkirakan mencapai tiga hektare.
Area yang terbakar berupa semak belukar dan kebun campur yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).
Meski proses pemadaman telah dilakukan, luas lahan terdampak masih akan diverifikasi lebih lanjut melalui pemetaan menggunakan pesawat nirawak atau drone.
“Lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dan kebun campur dengan status Areal Penggunaan Lain (APL). Luas kebakaran masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut melalui pemetaan menggunakan drone,” jelas Baadilla.(*)







