JAKARTA, JENDELAMALUKU.COM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) tidak hanya diwarnai oleh aksi mahasiswa di jalanan, tetapi juga dukungan penuh dari elemen masyarakat sipil.
Salah satunya ditunjukkan oleh Aliansi Ibu Indonesia yang turut mengambil peran aktif dalam gelombang unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, rombongan ibu-ibu yang tergabung dalam aliansi ini telah bersiap (standby) di lokasi kawasan Bundaran HI bahkan sebelum rombongan massa utama tiba.
Mereka mendirikan posko kolaboratif inisiatif warga bertajuk #SalingJagaWarga untuk menyediakan dukungan logistik, makanan, dan minuman secara cuma-cuma bagi para demonstran.
Di tengah aksi mimbar bebas, perwakilan dari Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau, menyampaikan orasi dan pernyataan sikap tegas mengenai kondisi sosial-politik bangsa saat ini yang dinilai kian terpecah belah.
“Napak tilas Sumpah Pemuda 28 Oktober mengingatkan kita bahwa pemuda adalah ujung tombak dan pilar utama menggalang persatuan bangsa. Namun kenyataannya hari ini, keadaan bangsa kita terpecah belah, warga diadu dengan warga,” tegas Annette Mau di hadapan massa aksi.

Annette juga menyoroti maraknya keberadaan pemengaruh (buzzer) dan kelompok yang membela rezim meski dinilai telah melanggar hak asasi warga negara. Ia menegaskan bahwa selama dua tahun masa kepemimpinan, pemerintah dinilai gagal total dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat.
“Dua tahun rezim ini berjalan dan gagal total menyediakan kebutuhan dasar warga; mulai dari air bersih, udara bersih, hingga kesejahteraan sosial. Ini peringatan bagi penyelenggara negara untuk menjalankan tugasnya, atau kami yang akan mengambil kembali mandat dan kedaulatan itu,” serunya.
Aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh BEM UI bersama 53 elemen masyarakat sipil ini terbagi di tiga titik utama Jakarta, yakni Medan Merdeka Selatan, Bundaran HI, dan kompleks DPR/MPR RI.
Selain penyampaian orasi politik, aksi juga diwarnai dengan pembacaan puisi dari berbagai perwakilan daerah, termasuk sorotan gejolak ekonomi dari penulis puisi asal Makassar.
Hingga Rabu sore, posko logistik warga masih terus melayani para peserta aksi sembari dikawal ketat oleh barikade pengamanan aparat kepolisian di sekeliling kawasan kolam Bundaran HI.(*)







