LANGGUR.JENDELAMALUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhamad Thaher Hanubun, meminta Kepala Ohoi (Desa) untuk menghentikan manipulasi data kemiskinan.
Hal tersebut diungkapkan Hanubun saat melantik enam Kepala Ohoi definitif di Kantor Bupati Malra Jalan Abraham Koedoeboen, Senin (26/10/2026).
“Jabatan yang diemban bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab kepada masyarakat, ujarnya.
Menurutnya Kepala Ohoi hadir tepat waktu dan menjalankan tugas pemerintahan secara benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Hentikan praktik data kemiskinan fiktif, pendataan warga miskin harus dilakukan secara objektif dan sesuai kondisi riil masyarakat. Jangan karena keluarga lalu masuk daftar miskin. Rumah tembok, listrik ada, air jalan, bahkan ada AC, tapi terdaftar sebagai orang miskin,” kesalnya.
Lebih lanjut Hanubun menuturkan, pendataan yang tidak akurat berpotensi membuat bantuan sosial tidak tepat sasaran dan merugikan warga yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan meninggalkan rakyat saat menghadapi musibah, Kepala Ohoi wajib berada di tengah- tengah masyarakat,” kata dia.
Hanubun juga menekankan pentingnya menghormati hak sesama serta menjunjung tinggi hukum adat yang telah lama hidup dan menjadi pedoman masyarakat Kei.
“Jangan mengakui hak orang lain jadi hak kita. Jaga adat. Sebelum Pancasila lahir, hukum adat Kei sudah ada,” ucapnya.
Jaga loyalitas dan tanggung jawab terhadap amanah. Loyal kepada bangsa, negara, pimpinan, dan amanah dari Tuhan.
“Selamat bertugas. Jaga dua jabatan di pundak: jabatan pemerintahan dan jabatan adat sebagai Orang Kaya,” pungkasnya







