Ia menambahkan, inti dari panggilan imamat terletak pada pelayanan. Seorang imam tidak hanya dinilai berdasarkan lamanya menjalankan tugas, tetapi juga melalui kesediaannya untuk hadir, membimbing, mendampingi, dan melayani umat dengan penuh tanggung jawab.
Hanubun berharap perjalanan pelayanan tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan ketekunan, integritas, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai itu, lanjutnya, memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi modal untuk mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan persaudaraan dan saling menghormati.
Ia pun berharap perayaan 25 Tahun Imamat dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam membangun Maluku Tenggara.
“Semoga pelayanan Mgr. Seno Ngutra dan rekan-rekan seangkatannya semakin bermakna, semakin dalam, dan terus menjadi berkat bagi Gereja serta seluruh masyarakat Maluku Tenggara,” harap Hanubun.







