JENDELAMALUKU.COM – Proses perdamaian antara Negeri Morella dan Negeri Hitumessing, Kabupaten Maluku Tengah, resmi mencapai kesepakatan.
Mediasi yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dan perwakilan kedua negeri itu digelar untuk menyelesaikan konflik yang selama ini terjadi.
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, menyebut kedua pihak telah berkomitmen mengakhiri perselisihan dan membangun kembali hubungan harmonis demi menjaga keamanan dan ketertiban.
“Terkait perdamaian antara kedua negeri, kita telah mencapai kesepakatan bersama. Pada prinsipnya kedua belah pihak sepakat berdamai demi menjaga keamanan dan keharmonisan,” ujar Solichin usai rapat mediasi.
Selain membahas perdamaian, pertemuan juga menyepakati sejumlah tuntutan dan hak masyarakat sebagai bagian dari penyelesaian konflik. Pembahasan turut dihadiri Asisten II Pemprov Maluku Kasrul Selang, Asisten II Pemkab Maluku Tengah, serta unsur terkait lainnya.
Dari hasil mediasi, DPRD Maluku optimistis pembangunan 10 unit rumah yang menjadi bagian dari kesepakatan dapat segera direalisasikan.
“Kami optimistis mulai besok proses pembangunan 10 unit rumah itu bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Akses jalan yang sebelumnya ditutup akibat konflik juga akan dibuka kembali, sehingga aktivitas warga bisa berjalan normal seperti sediakala.
Solichin meminta pemerintah Negeri Morella dan Negeri Hitumessing segera menyampaikan hasil kesepakatan kepada masyarakat.
“Kami minta pemerintah kedua negeri kembali ke masyarakat dan menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan telah mendapat perhatian dan tindak lanjut,” tegasnya.
Proses mediasi turut dihadiri jajaran pimpinan Polda Maluku serta perwakilan pemerintah dari Negeri Morella dan Negeri Hitumessing.
DPRD Maluku berharap kesepakatan ini menjadi solusi permanen agar tidak terjadi lagi gesekan di masa mendatang.
“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara tuntas dan damai. Dengan begitu, keamanan dan ketertiban di Maluku tetap terjaga, serta masyarakat kedua negeri dapat kembali hidup rukun, damai, dan saling menghormati,” tutup Solichin. (*)







