AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pengeluaran hingga Rp200 ribu untuk membeli air dari mobil tangki kini perlahan menjadi cerita lama bagi warga Lorong Batako RT 003/RW 007, Kota Ambon.
Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih, warga akhirnya dapat menikmati layanan air melalui jaringan Perumdam Tirta Yapono.
Jaringan air bersih tersebut mulai diresmikan pada Minggu (30/8/2026), mewakili Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Sekretaris Kota Ambon Roberd Sapulette, bersama Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono Piet Saimima dan Kepala Dinas PUPR Kota Ambon M. Latuhamallo.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran jaringan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur.
Akses tersebut sekaligus meringankan beban warga yang selama ini harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Salah seorang warga, Ida Tomasoa, mengaku lega setelah penantian panjang mereka akhirnya terjawab.
Ia menuturkan, sebelum jaringan air tersedia, dirinya bersama warga lainnya terpaksa membeli air dari mobil tangki dengan biaya yang bisa mencapai Rp200 ribu.
“Terima kasih Pemerintah Kota Ambon atas perhatiannya. Semoga bisa berjalan dengan lancar agar kebutuhan kami akan air bersih bisa terpenuhi,” kata Ida.
Menurutnya, tersedianya jaringan air bersih di lingkungan tempat tinggal mereka memberikan harapan baru bagi warga.
Kebutuhan air yang selama ini menjadi persoalan kini bisa diperoleh melalui layanan yang lebih dekat.
Sekretaris Kota Ambon Roberd Sapulette mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Ambon karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Program air bersih adalah program prioritas pertama Pemerintah Kota Ambon. Program ini tentunya harus bisa menuntaskan persoalan air bersih di Kota Ambon. Air bersih itu pelayanan dasar, dan ini bukti pelayanan yang pemerintah berikan,” tegas Roberd.
Ia menyebut hadirnya jaringan di Lorong Batako menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Lewat kegiatan hari ini, menjadi bukti perhatian Pemerintah Kota Ambon dalam mengatasi persoalan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono Piet Saimima memastikan debit air yang tersedia di kawasan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Terkait dengan masalah ketersediaan air dengan debit yang tersedia, kami yakin sungguh bahwa itu bisa terpenuhi,” kata Piet.
Piet menjelaskan, hingga Minggu (30/8/2026), sudah ada 43 kepala keluarga yang mendaftarkan diri untuk memperoleh sambungan air bersih. Namun, baru 13 KK yang menyelesaikan seluruh proses administrasi.







