“Pembangunan tidak hanya butuh jalan bagus dan gedung megah. Tapi juga butuh kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian, dan kebersamaan. Itu modal sosial untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan,” tegasnya.
Memasuki usia 451 tahun, Bodewin mengakui masih banyak PR: kebersihan, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, kemacetan, lapangan kerja, ekonomi, digitalisasi, penataan ruang, infrastruktur, hingga perlindungan budaya.
Ia mengajak DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, media, dan generasi muda untuk berkolaborasi.
“Kita mungkin punya tugas berbeda, tapi tujuannya sama: membuat Ambon lebih baik dari hari kemarin,” katanya.
Perhatian khusus diberikan kepada generasi muda. Bodewin mendorong anak muda Ambon menguasai IPTEK, memanfaatkan digital secara positif, dan mengembangkan ekonomi kreatif, musik, seni budaya, pariwisata, serta UMKM.
“Beta banggakan generasi muda Ambon menjadi generasi yang berakar kuat pada sejarah dan budayanya, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan dunia,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon akhirnya menjadi penegasan: masa depan Ambon bergantung pada kebersamaan, persaudaraan, kepedulian lingkungan, dan kesediaan semua elemen untuk bergerak bersama.







