AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Tradisi menenun yang diwariskan lintas generasi di Kota Ambon mulai diarahkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif.
Ikat Amboina, kelompok usaha tenun yang berbasis di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, kini mendapat pendampingan untuk memperkuat produksi sekaligus memperluas pasar.
Pendampingan tersebut dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Tak hanya memberikan dukungan peralatan produksi, PLN juga mendorong peningkatan keterampilan, pengembangan produk hingga pemanfaatan platform digital agar produk tenun khas Maluku dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah menyebutkan, penguatan UMKM menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, energi yang dihadirkan PLN tidak semata-mata berkaitan dengan kelistrikan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong produktivitas dan membuka peluang ekonomi di tengah masyarakat.
“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin potensi lokal berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kekayaan budaya Maluku agar terus hidup lintas generasi,” sebut Dony.
Ikat Amboina sendiri telah mempertahankan tradisi menenun selama dua hingga tiga generasi.
Seiring perkembangan zaman, keterampilan tersebut mulai diteruskan oleh generasi muda dengan sentuhan desain yang lebih kekinian.
Meski mengembangkan motif yang lebih segar, identitas budaya Maluku tetap menjadi bagian penting dari setiap karya.
Sejumlah desain mengangkat inspirasi dari motif Tanimbar, Nunusaku hingga ikon khas Ambon seperti ukulele dan tahuri.
Perjalanan Ikat Amboina juga mulai keluar dari pasar lokal. Produk mereka telah diperkenalkan melalui sejumlah pameran berskala nasional, di antaranya Indonesian City Expo di Surabaya dan Munas Apeksi di Makassar.
Keikutsertaan dalam berbagai pameran tersebut membuka peluang pasar baru.
Di sisi lain, meningkatnya permintaan dan eksposur membuat kelompok penenun perlu memperkuat kapasitas produksi serta meningkatkan kualitas produk.






