LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, Kapolres Maluku Tenggara (Malra), AKBP Rian Suhendi mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kerukunan.
Serta tidak terpengaruh isu bernuansa SARA dan intoleransi yang dapat memicu perpecahan.
Ia menegaskan, predikat Malra sebagai kota yang menjunjung tinggi adat dan budaya harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, warga diminta lebih bijak menyikapi informasi, baik di lingkungan maupun yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing isu SARA maupun narasi intoleransi, situasi Kamtibmas harus dijaga bersama,” ujar AKBP Rian Suhendi, saat dihubungi Jendelamaluku.com, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, pihak kepolisian juga meningkatkan pengawasan menjelang ramadan juga di ruang digital
untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum
“Perayaan keagamaan ini harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan toleransi, bukan ruang untuk memunculkan perpecahan,” tegasnya.
Untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan, sebut Kapolres, masyarakat hendaknya menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan ketertiban umum.
“Kami juga berharap agar masyarakat dapat menghindari konvoi dan balap liar, sebab dapat membahayakan dan menganggu ketertiban dan keamanan,” pungkasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga untuk ikut menjaga suasana tetap aman dan damai di Malra.







