AmbonBerita

Jendela Maluku-ABC Unpatti Kolaborasi Dorong Anak Muda Ambon Kritis Hadapi Misinformasi dan Disinformasi melalui Whorkshop Literasi Media

×

Jendela Maluku-ABC Unpatti Kolaborasi Dorong Anak Muda Ambon Kritis Hadapi Misinformasi dan Disinformasi melalui Whorkshop Literasi Media

Sebarkan artikel ini

Literasi Media

27/8/2026 - Literasi Media 3
Kolaborsi JendelaMaluku.com dan ABC Unpatti menyelenggarakan Workshop Literasi Media dan Integritas Informasi di Gedung Moderasi IAKN Ambon, Rabu (26/8/2027)
27/8/2026 - Literasi Media 2
Suasana kerja kelompok di Workshop Literasi Media dan Integritas Informasi.

“Workshop hari ini merupakan bentuk dukungan dari Aussie Banget Corner Unpatti kepada salah satu volunteer kami, Adjeng Hatalea, yang baru saja kembali dari Australia setelah mengikuti studi singkat di bidang literasi media. Sebagai kolaborator, kegiatan ini juga sejalan dengan salah satu program ABC, yaitu capacity building,” kata Ayu.

Menurut Ayu, pengembangan kapasitas anak muda tidak harus terbatas pada kemampuan bahasa Inggris.

Tantangan di ruang digital saat ini juga membutuhkan keterampilan lain, termasuk kemampuan memahami, memeriksa, dan menyikapi informasi secara bijak.

“Kami berharap melalui workshop ini peserta bisa menjadi lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi dan memverifikasi informasi yang mereka dapatkan. Pengetahuan yang diperoleh hari ini juga diharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ayu berharap kolaborasi dan program serupa dapat terus dikembangkan ke depan sehingga semakin banyak anak muda Maluku memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas di berbagai bidang.

“Ke depannya, kami berharap bisa memiliki lebih banyak program di bidang-bidang seperti ini. Jadi, peningkatan kapasitas anak muda di Maluku tidak hanya dalam bidang bahasa Inggris, tetapi juga dalam bidang lainnya, seperti literasi media,” katanya.

Pendiri dan Direktur Jendela Maluku, Adjeng Hatalea mengatakan, kolaborasi dengan ABC Unpatti menjadi bagian penting dari upaya menerjemahkan pengalaman belajar yang diperolehnya di Australia menjadi pengetahuan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi anak muda di Maluku.

Baja Juga :  Kolaborasi Lintas Lembaga Wujudkan 3.000 Rumah Subsidi untuk Warga Maluku

“Saya ingin apa yang saya pelajari selama mengikuti Australia Awards Short Course tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi. Saya ingin membawa pulang pengetahuan itu dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang praktis, yang bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh anak muda di Maluku,” kata Adjeng.

Menurutnya, kemampuan literasi media bukan hanya tentang mengetahui informasi yang benar atau salah.

Lebih jauh, literasi media perlu dibangun sebagai kebiasaan untuk mempertanyakan informasi, memeriksa sumber, memahami konteks, dan berpikir sebelum mengambil keputusan maupun membagikan informasi.

“Kita tidak bisa menghentikan arus informasi, tetapi kita bisa membangun kemampuan anak muda untuk menghadapinya. Harapannya, peserta punya kebiasaan untuk berhenti sejenak, berpikir kritis, memeriksa sumber dan konteks sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan.

Salah seorang mahasiswa asal Universitas Terbuka (UT) Ambon, Armyta Kirana Kabau, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai sebuah informasi.

“Banyak sekali materi yang sangat bagus di sini. Membuat kita semakin paham akan adanya hoaks dan fakta. Banyak orang yang bisa langsung percaya dengan berita-berita yang telah tersebar luas, sehingga bisa membuat opini yang tidak sesuai. Karena itu, kita harus betul-betul memverifikasi dan mencari tahu sumbernya dari mana, faktanya dari mana,” ungkapnya.

Baja Juga :  Perkuat Sinergi dan Budaya Keselamatan, PLN UP3 Ambon Bangun Kolaborasi dengan Rutan Kelas II A Ambon

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga dibagikan kepada lingkungan terdekat, termasuk keluarga.

“Semoga anak-anak muda kita lebih cermat melihat informasi dan bisa memberitahu orang tua untuk lebih waspada, terutama terhadap berita-berita yang dikirim lewat WhatsApp,” katanya.

Peserta lainnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi IAKN Ambon, Chaezar Arond Courboys, turut mengapresiasi pelaksanaan workshop dan materi yang diberikan.

“Untuk kegiatan hari ini bagus. Panitia juga cukup siap dalam menyiapkan workshop ini. Sekarang saya jadi lebih memahami perbedaan misinformasi, disinformasi, malinformasi, serta bagaimana penerapan cek fakta menggunakan berbagai tools,” ucapnya.

Kolaborasi Jendela Maluku dan ABC Unpatti ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibawa ke lingkungan kampus, komunitas, keluarga, maupun ruang digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Selain peningkatan kapasitas peserta dalam literasi media dan fact-checking, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya mini campaign plan, konten digital edukatif, serta memperkuat jejaring komunitas muda dan jurnalis kampus di Maluku.

Melalui kolaborasi tersebut, Jendela Maluku dan ABC Unpatti membuka ruang bersama untuk memperluas pendidikan literasi media sekaligus mendorong anak muda Maluku menjadi pengguna informasi yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. (*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM