LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) mulai menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran yang menghanguskan Gedung Laboratorium Komputer SMP Yos Sudarso Waur di Ohoi Waur, Kecamatan Kei Besar.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (19/9/2026) tersebut membuat salah satu fasilitas pendukung pembelajaran di sekolah mengalami kerusakan.
Pemkab Maluku Tenggara kini memprioritaskan identifikasi kebutuhan sekolah agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, turun langsung ke lokasi pada Minggu (20/9/2026), sehari setelah kejadian.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas yang terdampak sekaligus memetakan kebutuhan yang harus segera ditangani.
Raudha juga berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian dan unsur terkait mengenai kondisi pascakebakaran.
“Kita akan melihat apa yang paling urgen untuk segera kita bantu. Kami berharap musibah ini tidak terlalu berdampak pada aktivitas pembelajaran di sana,” kata Raudha dalam keterangannya yang diterima JendelaMaluku, Selasa (22/9/2026).
Dari informasi yang diterimanya di lokasi, kebakaran diduga terjadi akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting.
Kendati demikian, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan awal dari pihak sekolah dan kepolisian.
“Alhamdulillah sudah di lokasi. Keterangan dari sekolah dan Kapolsek Kei Besar, kebakaran disebabkan karena arus pendek listrik (korsleting),” ujar Raudha.
Ia mengatakan, kondisi tersebut telah dilaporkan secara lisan kepada Bupati Malra, Muhamad Thaher Hanubun serta pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Laporan resmi selanjutnya akan disampaikan sebagai bagian dari proses penanganan fasilitas sekolah yang terdampak.
Menurut Raudha, kunjungan ke lokasi merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati agar dampak kebakaran segera ditangani, terutama yang berkaitan dengan keberlangsungan proses pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra selanjutnya akan mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, termasuk fasilitas yang diperlukan sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran setelah laboratorium komputer mengalami kerusakan.
Selain penanganan fasilitas, kejadian tersebut juga menjadi perhatian bagi satuan pendidikan lainnya di Maluku Tenggara.
Raudha mengingatkan sekolah untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana, khususnya fasilitas yang berkaitan dengan instalasi listrik.
“Kami mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan terhadap seluruh sarana dan fasilitas yang ada di sekolah, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya.(*)







