BeritaNasional

Sambut Tahun Baru Hijriah, Menag Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

×

Sambut Tahun Baru Hijriah, Menag Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

Sebarkan artikel ini

1 Miharam 1448 H

15/6/2026 - Nasaruddin
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (Courtesy - Kemenag)

JAKARTA, JENDELAMALUKU.COM – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia menjadikan momentum Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian bagi bangsa dan kemanusiaan.

Menurut Menag, peringatan Tahun Baru Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Hijrah mengajak kita untuk berpindah dari sikap saling curiga menuju saling percaya, dari perpecahan menuju persatuan, dari sikap apatis menuju kepedulian, serta dari orientasi pada kepentingan pribadi menuju pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Menag dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Senin (15/6/2026).

Baja Juga :  Hari Ini, Pemkot Ambon Sosialisasi Rencana Pembongkaran Pasar dan Terminal Mardika sebelum Eksekusi pada 22 April Mendatang

Di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini, Nasaruddin menilai semangat hijrah perlu diwujudkan melalui penguatan dialog, toleransi, dan persaudaraan kebangsaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Di tengah era disrupsi yang ditandai oleh menguatnya sikap individualistik, perbedaan pandangan, dan berbagai tantangan sosial yang kompleks, nilai-nilai hijrah perlu kita wujudkan dalam bentuk kesediaan untuk membangun dialog, memperkuat toleransi, dan merawat persaudaraan kebangsaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kemajuan bersama, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari perbedaan, melainkan bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melangkah demi kemaslahatan bersama,” lanjutnya.

Baja Juga :  Harga Tiket Pesawat Naik, Pemerintah Jaga di Kisaran 9-13 Persen

Menag menjelaskan, pesan tersebut sejalan dengan makna hijrah Rasulullah SAW yang menjadi dasar peringatan Tahun Baru Hijriah. Peristiwa hijrah, kata dia, mengajarkan pentingnya persaudaraan, keadilan, dan kepedulian sosial sebagai fondasi kemajuan sebuah peradaban.

Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri. Menurutnya, kemajuan tidak akan terwujud tanpa adanya kemauan untuk berbenah dan meningkatkan kualitas diri.

“Semangat hijrah adalah semangat untuk terus bertumbuh, memperbaiki kualitas diri, memperkuat integritas, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama. Dengan semangat itu, umat akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan zaman dan semakin mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM