JENDELAMALUKU.COM – Proposal mengejutkan dari FIFA untuk menjual saham di anak perusahaan komersial senilai 20 miliar dolar AS memicu kritik tajam dari konfederasi sepak bola regional.
Mereka mengaku merasa “dikelabui” dan tidak diberitahu terkait rencana badan tertinggi sepak bola dunia tersebut untuk membawa investor swasta ke dalam industri ini.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan teguran keras pada Rabu lalu.
Kedua pihak menyatakan baru mengetahui proposal penjualan saham FIFA tersebut melalui laporan media, bukan lewat jalur resmi.
FIFA pada Selasa mengumumkan rencananya untuk membentuk anak perusahaan senilai 20 miliar dolar AS guna mengelola Piala Dunia dan ajang lainnya, dengan menawarkan saham hingga 20 persen kepada investor luar.
Di bawah rencana tersebut, FIFA akan mendirikan Forward Enterprise untuk mengawasi operasi komersial dan penyelenggaraan acara.
FIFA yang tahun ini menggelar Piala Dunia 48 tim di AS, Kanada, dan Meksiko sebagai turnamen terbesar dalam sejarah tetap memegang kendali atas perusahaan tersebut, tetapi menawarkan saham minoritas kepada investor swasta untuk menghimpun dana hingga 4,2 miliar dolar AS.
CONCACAF Soroti ‘Kurangnya Prosedur yang Benar’ dari FIFA
“CONCACAF baru mengetahui masalah ini melalui laporan media dan dilanjutkan dengan siaran pers. Kami sangat prihatin dengan kurangnya prosedur resmi (due process) yang dijalankan,” tulis CONCACAF dalam pernyataan resminya.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama seperti banyak pihak di wilayah kami dan di dunia sepak bola, karena rincian tingkat ini telah dirancang dan dibagikan secara terbuka sebelum adanya diskusi dengan badan tata kelola serta pemangku kepentingan yang relevan.”
“Sebagai pemimpin dalam sepak bola, kami adalah penjaga olahraga ini. Secara kolektif, FIFA, konfederasi, dan setiap asosiasi anggota memiliki tanggung jawab untuk selalu bertindak demi kepentingan terbaik sepak bola.”
“Setiap keputusan yang kita ambil harus dipandu oleh tata kelola yang baik, proses yang kuat, dan pengelolaan jangka panjang.”
AFC Kecewa dengan Rencana Piala Dunia
AFC menyatakan memahami pentingnya “menjelajahi pendekatan inovatif”, tetapi mengaku kecewa karena proposal sepenting ini diumumkan sebelum pihak konfederasi memiliki kesempatan untuk mempelajari rencananya.
“Inisiatif semacam ini harus didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna,” tegas AFC.
“Keputusan yang dapat mengubah masa depan komersial dan finansial sepak bola membutuhkan keterlibatan awal secara menyeluruh dengan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan terkait lainnya sebelum proposal apa pun diajukan ke badan pembuat keputusan yang berwenang,” tambah AFC.







