Ia juga memainkan peran kunci dalam membatasi pergerakan Lionel Messi secara signifikan saat Spanyol meredam Argentina dengan skor tipis 1-0.
Melalui penghargaan ini, Rodri kembali mengungguli Messi. Sang kapten Argentina harus puas membawa pulang Bola Perak (Silver Ball), sementara Kylian Mbappe meraih Bola Perunggu (Bronze Ball).
Penghargaan Sarung Tangan Emas (Golden Glove): Unai Simon – Spanyol
Kiper Spanyol, Unai Simon, menyabet penghargaan ini setelah mencatatkan 7 kali clean sheet (nirmisal), memecahkan rekor torehan clean sheet terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sebelumnya.
Secara total, kiper berusia 29 tahun tersebut kini telah mengoleksi 9 clean sheet sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Catatan ini hanya terpaut satu angka dari rekor 10 clean sheet sejarah Piala Dunia yang saat ini masih dipegang bersama oleh mantan kiper Prancis, Fabien Barthez, dan mantan kiper Inggris, Peter Shilton.
Penghargaan Pemain Muda Terbaik (Best Young Player): Pau Cubarsi – Spanyol
Masa depan bek muda Spanyol ini dipastikan sangat cerah setelah menyuguhkan performa yang luar biasa sepanjang turnamen, tak terkecuali pada laga final hari Minggu kemarin.
Ia sukses memenuhi ekspektasi besar sebagai salah satu talenta muda yang paling diantisipasi.
Cubarsi mampu membuktikannya di saat-saat paling krusial, bahkan sinarnya di lini belakang dinilai mengungguli ikon muda Spanyol lainnya, Lamine Yamal.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Al Jazeera menjelang laga final, ikon sepak bola wanita Tobin Heath menyebut nama Cubarsi sebagai “nama paling luar biasa” yang paling mencuri perhatiannya di antara para pemain muda.
“Bagi pemain seusianya, mampu bermain dengan menit bermain sebanyak itu dan tampil sangat efektif di lini pertahanan Spanyol, ini menunjukkan kemampuan luar biasa Spanyol dalam menghubungkan ide dan implementasi gaya sepak bola antargenerasi yang ingin mereka mainkan,” puji Heath.
Penghargaan FIFA Fair Play: Belanda
Tim Nasional Belanda menjadi tim kedelapan dalam sejarah yang berhasil membawa pulang penghargaan ini setelah hanya mencatatkan total 3 kartu kuning sepanjang turnamen.
Skuad Oranje sebenarnya memulai Piala Dunia 2026 sebagai tim favorit di Grup F.
Namun, mimpi mereka untuk menyudahi puasa gelar juara dunia harus tertunda lebih cepat setelah didepak oleh Maroko lewat drama adu penalti yang berakhir 3-2 pada babak 32 besar.(*)







