Pada laga terakhirnya, Bosnia sukses menumbangkan Qatar dengan skor meyakinkan 3-1 dan melaju ke babak gugur. Di fase ini, mereka akan menantang sang tuan rumah, Amerika
Serikat, yang dipastikan bakal tampil ngotot di depan publik sendiri.
“Jika kami bermain seperti saat melawan Qatar, saya yakin kami akan lolos. Kami pasti menang,” kata Elvis Graco (20), suporter yang melakukan perjalanan ke California dari Jacksonville, Florida, kepada Al Jazeera.
‘Kami Bisa Merasakan Apa yang Mereka Alami’
Turnamen ini tidak hanya menyoroti kehebatan skuad Bosnia di lapangan hijau.
Video-video yang memperlihatkan kegembiraan para suporter saat melakukan marching di kota-kota tuan rumah telah menempatkan diaspora Bosnia yang besar dan dinamis ke dalam pusat perhatian dunia.
“Sebelum perang, hampir tidak ada diaspora Bosnia yang bisa dibicarakan,” kata Jasmin Mujanovic, seorang akademisi spesialis sejarah Balkan, kepada Al Jazeera.
Mujanovic menambahkan, banyak pemain di tim nasional saat ini lahir di luar negeri dari orang tua yang melarikan diri selama perang.
“Namun, orang tua mereka berhasil menanamkan hubungan erat terhadap identitas dan budaya Bosnia kepada anak-anak mereka. Skuad ini dan perjalanan Piala Dunia kali ini adalah ekspresi yang sangat indah dari hal tersebut.”
Perang Bosnia sendiri merupakan konflik paling berdarah dari rangkaian runtuhnya Yugoslavia yang sosialis pada tahun 1990-an, di mana diperkirakan 100.000 orang tewas.
Muslim Bosniak menjadi mayoritas korban dalam konflik tersebut, yang diwarnai pembersihan etnis secara sistematis serta pengusiran paksa warga Muslim Bosniak dan Kroasia oleh pasukan Serbia.
Tragedi pembantaian 8.372 pria dan anak laki-laki Muslim Bosniak oleh pasukan Serbia di kota Srebrenica pada tahun 1995 juga telah ditetapkan sebagai kejahatan genosida oleh Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY).
Sejarah kelam itulah yang membuat para suporter gencar menyuarakan dukungan untuk Palestina, terutama di tengah situasi di Gaza saat ini.
Video yang beredar di media sosial selama Piala Dunia memperlihatkan kerumunan suporter Bosnia mengibarkan bendera Palestina sambil menggemakan yel-yel, “Palestina, Palestina”.
“Banyak warga Bosnia melihat foto-foto penderitaan warga sipil Palestina yang mengingatkan mereka pada masa lalu mereka sendiri,” tulis Ildaj Husovic, pengelola akun Instagram yang kerap menunjukkan hubungan emosional antara Bosnia dan Palestina, dalam pesannya kepada Al Jazeera.
“Para suporter menggunakan kesempatan ini untuk menarik perhatian dunia terhadap penderitaan masyarakat di Palestina, yang mereka yakini harus menjadi prioritas utama komunitas internasional saat ini,” tambahnya.







