SANTA CLARA, JENDELAMALUKU.COM – Besok ini mungkin menjadi penentu sebelum Bosnia dan Herzegovina berhadapan dengan Amerika Serikat di babak 32 besar Piala Dunia.
Namun, di sebuah restoran kecil yang menyajikan makanan khas Balkan di kota Santa Clara, California, pesta sudah dimulai lebih awal.
Pada Selasa malam waktu setempat, para pelayan di Euro Grill yang dindingnya dihiasi poster Olimpiade Musim Dingin Sarajevo 1984, tampak sibuk lalu-lalang.
Mereka menyajikan porsi besar cevapi dan burek kepada kelompok-kelompok suporter yang mengenakan jersey biru kebanggaan tim nasional Bosnia.
Di luar restoran, sekelompok pria tampak menikmati rokok sambil berswafoto di depan kendaraan-kendaraan yang telah dihiasi bendera dan pernak-pernik timnas.
Banyak dari mereka yang telah menempuh perjalanan jauh demi mendukung tim kesayangan mereka menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Salah seorang suporter bahkan mengaku rela menyetir selama 25 jam dari Kanada menggunakan truk yang ditempeli wajah para pemain, stiker Free Palestine, serta replika raksasa karakter Marvel, Hulk, yang dipakaikan jersey Bosnia.
Bagi para diaspora, yang sebagian besar mengungsi akibat Perang Bosnia tahun 1992-1995, turnamen ini menjadi bukti nyata dari ketangguhan identitas bersama mereka.
“Ini seperti sebuah keluarga besar,” ujar Senad Durakovic (60), yang pindah ke Boston, AS, pada tahun 1996.
Ia menggambarkan antusiasme para suporter yang datang dari berbagai penjuru AS dan luar negeri.
“Kami semua berada di sini untuk alasan yang sama.”
“Rasanya saya menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri saya sendiri. Rasanya seperti kami sudah menang,” tambahnya.
Tak hanya merayakan sepak bola, para suporter Bosnia juga menggunakan momentum Piala Dunia ini untuk menyuarakan solidaritas bagi Palestina.
Sebuah keterikatan emosional yang menurut mereka lahir dari pengalaman kelam masa lalu terkait kekerasan dan pengungsian.
“Ada pengalaman traumatis yang sama. Saya rasa mereka sedang melewati hal-hal yang dulu kami lalui,” kata Aldin Muminovic (22). “Jadi, kami tidak akan pernah melupakan mereka. Kami akan selalu ada untuk mereka.”
‘Kami Akan Lolos’
Bosnia dan Herzegovina berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mencetak kemenangan mengejutkan atas Italia pada April lalu.
Kemenangan dramatis lewat adu penalti tersebut membawa mereka kembali ke turnamen akbar global ini untuk pertama kalinya sejak 2014, sekaligus memicu perayaan luar biasa di seantero negeri.
Di bawah asuhan kapten veteran Edin Dzeko (40), tim ini diperkuat oleh lini pertahanan yang kokoh serta talenta generasi baru seperti Kerim Alajbegovic dan Ermin Mahmic.







