Tumpahan Minyak Terpisah di Selat Hormuz
Di saat yang sama, media Iran melaporkan pada Rabu bahwa tumpahan minyak terpisah di Selat Hormuz telah mencapai Pulau Qeshm. Tumpahan ini mencemari kawasan pantai dan hutan mangrove yang sensitif secara ekologis.
Kantor berita resmi IRNA menyebutkan tumpahan minyak tersebut berdampak pada pantai selatan Qeshm serta sebagian Pulau Hengam di sekitarnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi pencemaran terdeteksi di tiga lokasi dan permukaan laut. Ia menduga sumber tumpahan berasal dari “kapal curah asing”, tanpa menyebutkan nama kapal secara spesifik.
Risiko tumpahan minyak di kawasan Teluk meningkat tajam akibat maraknya serangan terhadap kapal tanker selama lima bulan perang AS-Iran. IMO mencatat telah terjadi 65 insiden di Selat Hormuz dan seluruh kawasan Timur Tengah sejak awal Maret.
“Pihak mana pun yang mengambil keuntungan dari pelayaran komersial melalui Selat Hormuz secara hukum dan moral wajib mengambil tindakan untuk mengganti rugi dan memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi di Teluk Persia dan Teluk Oman,” ujar Baghaei.(*)







