Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 FPIK Unpatti, Dr. Domey L. Moniharapon mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kampus untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Negeri Asilulu merupakan Desa Binaan FPIK Unpatti, sehingga Dies Natalis ke-44 FPIK kami maknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan kampus dengan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Negeri Asilulu dan Klinik Mata Utama Maluku, kami ingin menunjukkan bahwa pelaksanaan Tridarma harus menghadirkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Domey.
Ia menilai tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan terhadap kegiatan pelayanan kesehatan seperti ini masih cukup besar di wilayah pesisir.
“Antusiasme sekitar 123 warga hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan dan perlu terus dikembangkan. Bentuk-bentuk kegiatan seperti ini juga sangat mendukung IKU Rektor terutama yang berhubungan dengan SDGs,” ujarnya.
Klinik Mata Dorong Pemeriksaan Sejak Dini
Perwakilan Klinik Mata Utama Maluku, Apt. Gresye Lopulalan menyampaikan, keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kawasan pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Klinik Mata Utama Maluku melibatkan dr. Muhammad Arief Billah untuk memberikan konsultasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama FPIK Universitas Pattimura dan Pemerintah Negeri Asilulu. Antusiasme masyarakat yang cukup tinggi menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan mata sangat dibutuhkan, khususnya oleh masyarakat lanjut usia,” kata Gresye.
Ia berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan pelayanan kesehatan mata ketika mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga mulai membangun kebiasaan melakukan pemeriksaan secara berkala.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan mata, tetapi juga semakin menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan mendapatkan penanganan sedini mungkin apabila ditemukan gangguan penglihatan,” ujarnya.
Warga Tak Perlu ke Kota untuk Pemeriksaan Awal
Bagi warga, kehadiran layanan kesehatan mata langsung di Negeri Asilulu memberikan kemudahan tersendiri.
Muhamad Mahulete, 76 tahun, salah seorang peserta, mengaku bersyukur dapat memeriksakan kondisi matanya tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
“Kami sangat senang karena bisa memeriksakan mata langsung di negeri. Bagi kami, terutama orang tua, kegiatan seperti ini sangat membantu karena tidak semua orang mudah pergi jauh untuk memeriksakan mata. Kami berterima kasih kepada Fakultas Perikanan Unpatti, Pemerintah Negeri Asilulu, dan Klinik Mata Utama Maluku yang sudah memberikan pelayanan ini kepada masyarakat,” katanya.







