AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Keberanian Welhemina Rumra menjadi perhatian publik setelah aksinya memanjat sebuah tower di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis (13/8/2026), untuk menurunkan bendera yang disebut sebagai bendera RMS.
Peristiwa itu diklaim dilakukan atas inisiatifnya sendiri karena khawatir terhadap keselamatan anaknya.
Dalam pernyataan yang diterima Jendelamaluku.com, Welhemina mengaku tindakannya didorong oleh informasi yang diterimanya mengenai kemungkinan adanya tindakan terhadap anak-anak di kampungnya.
“Saya mendengar informasi bahwa anak-anak saya ini akan dipukul. Terus begitu saya lihat, ternyata ada bendera di tower kami,” tutur Welhemina.
Menurutnya, sebelum menuju lokasi, ia sempat meminta seorang warga bernama John untuk menjaga anak-anak, sementara dirinya memutuskan mendatangi tower seorang diri.
“Saya minta bantu John, saya beritahu informasi terkait bendera itu. Takutnya anak-anak saya yang nanti dipukul. Jadi John diminta untuk menjaga anak-anaknya. Saya yang ke tower sendirian,” katanya.
Setibanya di lokasi, Welhemina mengaku sempat diliputi rasa takut saat melihat ketinggian tower.
Namun, kekhawatiran terhadap masa depan anaknya membuat ia tetap memberanikan diri memanjat.
“Sesampai di tower saya menangis karena melihat ketinggian tower. Saya memikirkan masa depan anak saya, saya takut dia dipukul. Lalu saya berdiri dan berdoa sejenak, kemudian menaiki tower itu,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah mencapai titik tempat bendera terpasang, dirinya memutus tali pengikat bendera tersebut.
Dalam proses itu tangannya sempat terluka.
“Saya memutus tali ikatan bendera itu, tangan saya sempat terluka. Saya turunkan, lipat benderanya, dan menyembunyikannya di belakang baju saya. Lalu perlahan menuruni tower itu kembali. Sesampai di bawah tower saya menangis dan berdoa,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena aksi dilakukan seorang diri dengan risiko keselamatan yang tinggi.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai kronologi lengkap maupun penanganan lebih lanjut atas pemasangan bendera tersebut.
Jendelamaluku.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian dan instansi terkait guna melengkapi informasi serta menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.(*)







