Ambon

Pemkot Ambon Lantik 170 PPPK Paruh Waktu, Bodewin Tegaskan Penataan Honorer Terus Berjalan

×

Pemkot Ambon Lantik 170 PPPK Paruh Waktu, Bodewin Tegaskan Penataan Honorer Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini

PPPK Ambon

16/12/2025 - PPPK
AMBON: Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melantik dan mengambil sumpah 170 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Senin (15/12/25), di Balai Kota Ambon. (Courtesy - MCAMBON)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM — Sebanyak 170 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi dilantik oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Senin (15/12/25), di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon.

Pelantikan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang secara bertahap dijalankan di daerah, termasuk di Kota Ambon, guna menata dan menuntaskan permasalahan tenaga honorer.

Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan, proses penyelesaian tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan kemajuan.

“Proses penyelesaian tenaga honorer di Pemerintah Kota Ambon terus berjalan, dan hari ini kita tiba pada tahapan penting, yakni pengambilan sumpah dan pelantikan PPPK paruh waktu. Artinya, persoalan tenaga honorer yang selama ini ada, perlahan-lahan mulai terselesaikan,” ujar Bodewin.

Ia menjelaskan, 170 PPPK Paruh Waktu yang dilantik terdiri dari 70 tenaga teknis, 89 guru, dan 11 tenaga kesehatan.

Menurutnya, pelantikan ini merupakan jawaban atas penantian panjang para tenaga honorer.

“Hari ini kita bersyukur karena 170 PPPK paruh waktu berhasil kita angkat. Ini adalah jawaban atas penantian panjang saudara-saudara sekalian,” katanya.

Dia juga menyampaikan, peluang untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu tetap terbuka bagi PPPK Paruh Waktu, sepanjang tersedia formasi dari Kementerian PANRB dan yang bersangkutan menunjukkan kinerja serta disiplin yang baik.

“Kalau saudara bekerja dengan baik, mematuhi sumpah dan janji yang telah diucapkan, maka peluang untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu tetap terbuka, dan ini akan terus kami perjuangkan,” tegas Bodewin.

Dalam kesempatan yang sama, dia menegaskan larangan pengangkatan tenaga honorer baru di seluruh OPD, sekolah, dan unit kerja di lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Kebijakan ini diambil untuk mengendalikan belanja pegawai yang saat ini telah mencapai sekitar 48 persen, melampaui batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita ingin persoalan tenaga honorer selesai di sini. Jangan ada lagi OPD atau sekolah yang mengangkat tenaga honorer baru. Pemerintah Kota Ambon sedang menata kembali ASN agar lebih efektif dan profesional,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Bodewin mengajak seluruh PPPK Paruh Waktu untuk bekerja secara sungguh-sungguh dan berkontribusi aktif dalam mendukung 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon.

Ia juga mendorong seluruh ASN menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kalau seluruh ASN berperan aktif di lingkungan sekitarnya, dampaknya akan sangat besar. Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga Ambon tetap aman, damai, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM