Peserta juga berkesempatan melihat dari dekat perlengkapan petugas pemadam kebakaran bandara, mulai dari pakaian tahan panas hingga kendaraan pemadam khusus atau Crash Tender yang digunakan dalam penanganan keadaan darurat di lingkungan bandara.
Pada sesi penutup, Unit Aviation Security (Avsec) memperkenalkan budaya keamanan penerbangan melalui prinsip “Security is Everyone’s Responsibility” atau keamanan merupakan tanggung jawab bersama.
Para siswa dan guru diberikan pemahaman mengenai prosedur pemeriksaan penumpang dan barang menggunakan X-Ray Scanner maupun Walk-Through Metal Detector (WTMD).
Mereka juga diedukasi mengenai bahaya membawa barang terlarang, larangan membuat candaan tentang bom, serta pentingnya tidak memasuki area terbatas bandara tanpa izin.
Sebagai bagian dari pelibatan masyarakat, Bandara Pattimura turut menyosialisasikan gerakan “See Something, Say Something”.
Melalui program tersebut, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan barang mencurigakan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan bandara melalui layanan Aviation Security.
Johan berharap rangkaian edukasi tersebut mampu menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan sekitar bandara, sehingga anak-anak dapat menjadi agen perubahan yang ikut menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Maluku.(*)







