Maluku

FEB UI Gandeng STIKes Maluku Husada Dorong Ekonomi Sirkular Limbah Ikan di Negeri Lima dan Ureng

×

FEB UI Gandeng STIKes Maluku Husada Dorong Ekonomi Sirkular Limbah Ikan di Negeri Lima dan Ureng

Sebarkan artikel ini
14/9/2026 - Negeri Ureng
Sejumlah nelayan dan warga Negeri Ureng mendengarkan pemaparan teknis terkait tata cara pemilahan limbah perikanan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. (Foto: Dok. Tim Pengabdian FEB UI)

Dari data yang dihimpun terhadap 16 keluarga di Negeri Lima dan 34 keluarga di Negeri Ureng, ditemukan fakta bahwa pemilahan sampah organik dan anorganik belum menjadi kebiasaan warga. Bahkan di Negeri Ureng, mesin pengolahan limbah tulang ikan yang sudah tersedia belum bisa difungsikan secara optimal akibat minimnya keterampilan teknis dan pengetahuan pengoperasian.

Tim pengabdian lintas disiplin yang turut melibatkan Purwatiningsih Lisdiono, Ph.D., Dr. Sahrir Sillehu, S.KM., M.Kes., Mohammad Dahlan Sely, S.E., M.Si., serta Muhamad Reza Ramadhani ini menekankan bahwa tata kelola komunitas menjadi kunci utama keberlanjutan program.

Masyarakat setempat menyambut positif arah program ini dan menyatakan kesiapan untuk terlibat, terutama jika pengolahan limbah dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga nelayan.

Kendati demikian, warga tidak memungkiri adanya berbagai kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan tempat penampungan, keterbatasan alat, belum tersusunnya kelompok pengelola, hingga ketiadaan akses ke pasar penampung produk olahan.

Menerjemahkan Konsep ESG dan Harapan Pendampingan

Guna menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian turut mengenalkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara praktis di tingkat komunitas.

Aspek lingkungan diwujudkan dengan menjaga kebersihan laut dan pesisir, aspek sosial dibangun melalui kerja sama antarwarga dalam kelompok, sementara aspek tata kelola diterjemahkan lewat pembentukan aturan kelompok, pembagian tugas pengumpulan, dan pencatatan volume limbah.

Baja Juga :  Jembatan Dian-Tetoatt di Maluku Tak Kunjung Siap, Ternyata Belum Ada Rekomendasi Ini

Warga berharap kegiatan penyuluhan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan teknis pengolahan, penyediaan bantuan sarana penampungan, hingga pembentukan kelompok usaha bersama dan pilot project yang terhubung langsung dengan calon pembeli.

Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar potensi limbah perikanan di Kecamatan Leihitu tak lagi terbuang ke laut, melainkan menjadi penopang ekonomi baru yang menjaga kelestarian pesisir Maluku Tengah.(*)

 

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM