Salah seorang peserta, Kharunisa Mahulauw (10), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain bisa mewarnai, ia mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai hewan yang hidup di laut.
“Senang bisa mewarnai dan belajar tentang hewan-hewan yang ada di laut. Laut harus dijaga supaya ikan dan hewan laut tetap ada,” katanya.
Tanamkan Kepedulian Sejak Dini
FPIK Unpatti memandang keterlibatan anak-anak dalam program Desa Binaan sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat pesisir.
Edukasi tidak hanya diarahkan kepada kelompok masyarakat dewasa, tetapi juga kepada generasi muda yang kelak akan menjadi penerus masyarakat pesisir.
Melalui Coloring Class, anak-anak tidak hanya diajak mengenal nama dan bentuk organisme laut.
Mereka juga diperkenalkan pada gagasan bahwa keberadaan biota laut sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir yang sehat.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung kontribusi FPIK Unpatti terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan.
SDG 4 diwujudkan melalui pendekatan pendidikan lingkungan yang kreatif dan sesuai dengan usia anak, sedangkan SDG 14 diperkuat melalui pengenalan biota laut dan penanaman kesadaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
FPIK Unpatti berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dikembangkan di Negeri Asilulu. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, literasi kelautan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar, tetapi tumbuh menjadi kepedulian yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anak-anak pesisir, mengenal laut sejak dini bukan sekadar mengetahui berbagai jenis ikan atau organisme laut.
Lebih dari itu, mereka belajar memahami bahwa laut merupakan bagian dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat yang perlu dijaga untuk generasi berikutnya.(*)







