AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Salah satunya dengan membawa mitra binaan Kelompok Tenun Ikat Mawar untuk ambil bagian dalam ajang Semarak Layanan Artha dan UMKM Maluku (SALAM) FEST 2026 di Kota Ambon.
Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku pada 16 hingga 18 April 2026 itu menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif daerah untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Tenun Ikat Mawar tampil dengan beragam produk unggulan berbahan tenun khas Tanimbar yang dibuat menggunakan pewarna alami dari bahan lokal.
Produk yang dipamerkan mulai dari kain tenun premium hingga berbagai aksesori berbasis kain tenun.
Keunikan motif dan proses produksi yang mengangkat nilai budaya lokal serta prinsip ramah lingkungan berhasil menarik perhatian pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival.
Ketua Kelompok Tenun Ikat Mawar, Devianty Lusi mengatakan, keikutsertaan dalam SALAM FEST menjadi peluang penting untuk memperkenalkan tenun ikat Tanimbar ke pasar yang lebih luas.
“Kami bangga bisa memperkenalkan Tenun Ikat Tanimbar dalam ajang Salam Fest x Molucas Digifest. Ini menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas pasar dan terus melestarikan budaya melalui karya tenun yang sudah menggunakan pewarnaan alami yang ramah lingkungan serta bernilai tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Pertamina AFT Pattimura kepada kelompok usaha yang dipimpinnya.
Sementara itu, AFT Manager Pattimura, Febri Nur Faizin menegaskan, keikutsertaan mitra binaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina meningkatkan daya saing UMKM lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Keikutsertaan dalam SALAM FEST diharapkan dapat menjadi jembatan bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi bisnis yang baru,” kata Febri.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha lokal berbasis budaya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Pertamina berharap warisan budaya seperti tenun ikat tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.







