TEXAS, JENDELAMALUKU.COM – Lionel Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah sang kapten mencetak dua gol untuk membawa Argentina menang 2-0 atas Austria.
Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiket sang juara bertahan ke babak 32 besar.
Pemain yang dijuluki sebagai Greatest of All Time (GOAT) ini memecah kebuntuan di akhir babak pertama dalam laga yang digelar di Texas pada Senin waktu setempat.
Messi melepaskan penyelesaian khas kaki kirinya setelah menerima kerja sama tim yang apik.
Gol predator tersebut menambah pundi-pundi golnya setelah mencetak hat-trick di laga pembuka Argentina, sekaligus menggenapkan koleksinya menjadi total 17 gol di ajang Piala Dunia.
Pemain berusia 38 tahun itu kemudian mengunci kemenangan Argentina jauh di masa injury time. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti, Messi berhasil mengecoh empat bek lawan yang pasrah menghadang bola masuk ke gawang.
Gagal Penalti di Awal Laga
Pertandingan ini sebenarnya bisa berjalan lebih sempurna bagi Messi.
Sayangnya, ia sempat gagal mengeksekusi penalti di menit-menit awal laga, yang mengejutkan 70.649 penonton mayoritas pendukung Argentina di stadion ber-AC milik Dallas Cowboys tersebut.
Laga baru berjalan sembilan menit saat striker Lautaro Martinez dijatuhkan di kotak terlarang setelah dijepit oleh dua pemain Austria. Kedua tim sama-sama tahu bahwa kemenangan di laga ini akan meloloskan mereka ke babak gugur.
Wasit Amin Mohamed menunjuk titik putih setelah meninjau VAR. Gemuruh penonton membahana saat Messi maju sebagai algojo. Namun, ancang-ancang Messi terlalu lambat dan tendangan lemahnya melebar dari gawang.
Dibalik segala kehebatannya, Messi yang akan menginjak usia 39 tahun pada Rabu esok—memang memiliki rekor penalti yang terbilang kurang meyakinkan untuk standarnya. Ia juga pernah gagal mengeksekusi penalti saat dibendung Wojciech Szczesny dalam kemenangan 2-0 atas Polandia di Piala Dunia 2022, serta sempat gagal di turnamen edisi 2018.
Tembok Kokoh David Alaba
Pada menit ke-19, Messi kembali mendapatkan peluang emas.
Namun, kapten Austria David Alaba berhasil menyapu bola dari kakinya di saat-saat terakhir ketika Messi sedang meliuk-liuk di depan gawang.
Alaba lagi-lagi menggagalkan peluang Messi tepat setelah laga berjalan setengah jam. Ia memblok tembakan Messi yang mengarah ke gawang saat kiper Alexander Schlager sudah mati langkah.
Di sisi lain, Austria asuhan Ralf Rangnick yang mengalahkan tim debutan Yordania 3-1 di laga perdana tampil lebih pasif dan memilih bertahan. Mereka bahkan tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) di babak pertama.







