Kedua asisten manajer tersebut kemudian meminta tim pemandu bakat United untuk memantaunya.
Namun, mereka tidak pernah benar-benar mengejar pemain yang di kemudian hari menjadi juara dunia dan peraih dua penghargaan Sepatu Emas FIFA bersama Prancis tersebut.
“Seseorang di Prancis [dari tim pemandu bakat] pergi menontonnya saat Monaco bertanding melawan PSG di Paris,” lanjut Giggs.
“Beberapa minggu kemudian saya bertanya kepada orang ini, ‘Bagaimana hasilnya?’ Dia menjawab, ‘Ya, mereka tidak terlalu yakin dengannya.’ Jadi saya cuma bilang, ‘Ya sudah, oke.’ Dan begitulah akhirnya.”
Karier Mbappe meroket satu tahun setelah kegagalan United mengejarnya. Pemain yang saat itu berusia 16 tahun sukses mencetak 26 gol dalam 44 penampilan untuk Monaco pada musim 2016-17 saat meraih gelar juara liga Prancis, termasuk enam gol dalam perjalanan mereka ke semifinal Liga Champions UEFA.
Sensasi remaja tersebut kemudian dipinjamkan ke PSG pada musim berikutnya sebelum diresmikan secara permanen pada musim 2018-19.
Ia mengemas 256 gol dalam 308 penampilan untuk sang juara Prancis dan meraih gelar Ligue 1 sebanyak enam kali.
Kapten tim nasional Prancis tersebut menjuarai Piala Dunia pada tahun 2018 di Rusia dan menjadi runner-up di bawah Argentina empat tahun kemudian di Qatar, di mana ia mencetak hat-trick pada laga final dan menyabet penghargaan Sepatu Emas pertamanya.(*)






