Beruntung bagi Ekuador, VAR mengintervensi keputusan tersebut. Penalti akhirnya dibatalkan setelah tayangan ulang menunjukkan adanya pelanggaran terlebih dahulu oleh Sane terhadap Vite dalam proses serangan.
Memasuki menit ke-60, Nagelsmann memasukkan Undav—sang super-sub Jerman yang sudah mengemas tiga gol di turnamen ini. Di sisi lain, Ekuador sadar mereka harus tampil all-out dan mengambil risiko.
Peluang emas didapat lewat tendangan keras Enner Valencia yang masih bisa ditepis Neuer. Tak lama berselang, miskomunikasi di lini belakang Jerman hampir berakibat fatal.
Salah pengertian antara Neuer dan Jonathan Tah nyaris dimanfaatkan oleh Kevin Rodriguez.
Bola muntah kemudian dikirimkan kembali oleh Moises Caicedo, namun sepakan Plata masih melebar.
Sane sebenarnya mendapat peluang emas untuk membawa Jerman kembali unggul, namun tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan Galindez. Ekuador pun langsung menghukum kelengahan tersebut lewat aksi Plata.
Berawal dari situasi sepak pojok, Rodriguez menyundul bola yang kemudian disambar oleh Plata tepat di depan Neuer. Gol! Skor berubah menjadi 2-1.
Hasil ini sekaligus memutus rekor 11 kemenangan beruntun milik Jerman, sekaligus mengunci tiket babak gugur bagi Ekuador untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Tangis haru dan bahagia pun pecah di kalangan suporter Ekuador yang memadati tribun stadion.(*)







