AMBON, JENDELAMALUKU.COM –Warga Maluku harus siap-siap kipas dan air galon.
Fenomena El Nino bikin cuaca di Bumi Raja-Raja ‘berubah arah’.
Musim hujan yang biasanya mulai basah, kini tertahan.
Gantinya, cuaca panas makin dominan dan bikin hari-hari terasa lebih gerah dari biasanya.
Kepala Seksi OperasiBMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Merson Panggua, mengungkapkan Maluku sebenarnya mulai memasuki pola normal musim hujan.
Namun, anomali iklim akibat El Niño membuat pergeseran musim menjadi tidak menentu.
“Harusnya ini sudah mulai hujan, tapi yang terjadi justru masih panas. Ini karena kita sedang berada dalam fase El Niño, meskipun masih kategori lemah sampai sedang,” jelas Panggua kepada JendelaMaluku.com di Ambon, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, El Niño merupakan fenomena global yang tidak hanya berdampak di Indonesia, tetapi juga memengaruhi sistem iklim dunia.
Pemanasan suhu permukaan laut di kawasan Samudera Atlantik bagian barat dan tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu perubahan tersebut.
Perbedaan suhu yang signifikan antara wilayah Indonesia yang relatif lebih dingin dan kawasan Atlantik yang lebih hangat menyebabkan pergerakan massa udara menjadi tidak normal.
Akibatnya, uap panas bergerak masuk ke wilayah Indonesia dan menahan pembentukan awan hujan.
“Terjadi semacam pertukaran. Udara panas dari wilayah Atlantik masuk ke Indonesia, sementara udara yang lebih dingin dari sini berpindah ke sana. Itu yang membuat kondisi kita jadi lebih panas dari biasanya,” ujarnya.
Menurut Panggua, kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, bahkan berpotensi hingga akhir tahun 2026, meski intensitasnya tetap dalam kategori lemah hingga sedang.
BMKG bersama pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait saat ini terus memperkuat koordinasi guna memantau perkembangan El Niño. Salah satunya melalui forum diskusi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
“Koordinasi terus dilakukan, terutama untuk mengantisipasi dampak seperti berkurangnya debit air di sejumlah wilayah,” tambahnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Selain potensi kekeringan, kondisi ini juga dapat berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air bersih di Maluku.







