LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut turut mengerek kesejahteraan pedagang pedagang sayur di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.
Salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, Nona Ohoirat mengaku di tengah melandainya harga komoditas, daya beli masyarakat justru menurun.
Namun, belanja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), justru menjadi penolong di saat ekonomi masyarakat mulai melemah.
“Untung SPPG dari Tual dan Malra belanjanya disini jadi kita agak bisa bernafas lega,” akuinya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, biasanya sistem belanja dari dapur SPPG yakni membeli sayur per kilo, untuk harganya disesuaikan per ikat sayur.
“Misalnya, kangkung atau kacang panjang ditimbang terlebih dahulu, jika mencapai 1 kilo ada enam ikat dibayar Rp. 60 ribu sesuai per ikatnya,” jelasnya
Dirinya mengakui, di Kota kecil seperti ini belanja dengan skala besar hanya jika ada hajatan tertentu saja.
“Ya kalau belanja komoditas dengan sistem borong kecuali ada acara besar, sebagian besar pedagang hanya berharap belanja dari makan minum masyarakat saja,” cetusnya.
Sejak program MBG berjalan, ia mengakui kondisi ekonominya membaik karena permintaan yang stabil.
“Ada peningkatan. Harga mulai bagus,” kata Nona.
Sehari pedagang mampu mengantongi omset kotor Rp. 3 juta jika sedang ramai namun jika pasar sepi hanya dapat Rp. 1 juta dari pagi sampai sore.
“Kami sangat terbantu dengan program MBG, pokonya mantap,” pungkasnya bersemangat.







