JENDELAMALUKU.COM – Tim Dinamit Belanda tidak terkalahkan dalam delapan laga kualifikasi mereka dan memiliki peluang luar biasa untuk mengangkat trofi ini untuk pertama kalinya.
Belanda tidak pernah benar-benar memaksimalkan potensi mereka di Piala Dunia, mereka kalah dalam tiga laga final yang mereka capai (1974, 1978, 2010).
Generasi emas pemenang Euro 1988 bahkan tidak mampu mendekati pencapaian serupa di panggung global.
Namun, ketika generasi emas sebelumnya berulang kali gagal, tim yang kurang begitu diunggulkan saat ini justru tidak boleh diremehkan begitu saja.
Belanda tidak terkalahkan sepanjang delapan laga kualifikasi mereka, meskipun Polandia sempat menahan imbang mereka.
Dengan barisan bek yang tangguh, lini tengah berkelas, dan opsi lini serang yang cukup untuk merepotkan pertahanan mana pun, tim Belanda kali ini memiliki peluang luar biasa untuk mengangkat trofi untuk pertama kalinya.
Reijnders: Jantung Lini Tengah
Pemain Man City, Tijjani Reijnders, telah memantapkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa selama beberapa musim terakhir dan datang ke turnamen ini dalam kondisi yang prima.
Setelah dua tahun yang luar biasa di AC Milan, di mana ia dinobatkan sebagai Gelandang Terbaik Serie A musim itu, ia bergabung dengan City pada tahun 2025 dan beradaptasi dengan baik di bawah asuhan Pep Guardiola, meskipun ia tidak selalu masuk dalam susunan pemain utama (starting XI).
Meskipun ia mencetak lima gol dan dua assist dari 28 penampilan di Premier League musim ini, angka-angka statistik tersebut belum sepenuhnya menggambarkan besarnya pengaruh Reijnders, terutama di level internasional.
Reijnders adalah sosok motor serangan Belanda yang serbabisa, ia bergerak maju menghubungkan lini pertahanan dan lini serang, memutus aliran serangan lawan, serta menjadi sosok yang berkelas dan tenang saat menguasai bola. Secara umum, ketika ia bermain bagus, Belanda pun akan bermain bagus.
Kerangka Tim yang Solid
Legenda Liverpool, Virgil van Dijk, mungkin tidak sekuat beberapa tahun lalu, tetapi ia tetap menjadi bek tengah kelas dunia yang kaya akan pengalaman.
Ia memimpin lini pertahanan berbakat yang juga diisi oleh pemain seperti Micky van de Ven, Jurrien Timber, dan Jan Paul van Hecke.
Di depan mereka, Ryan Gravenberch, yang tampil luar biasa bersama Liverpool dalam beberapa musim terakhir, bertugas melindungi lini pertahanan sekaligus mampu melakukan tusukan-tusukan berbahaya ke depan.
Rekan setimnya, Cody Gakpo, menawarkan ancaman signifikan di posisi melebar maupun di depan gawang.







