JENDELAMALUKU.COM – Operasi pencarian hari ketiga terhadap 8 korban hilang di perairan Pulau Dai, Maluku Barat Daya, terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk.
Tim SAR gabungan terpaksa menepi dan bermalam di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (13/6/2026).
Rencananya, Tim Pos SAR Saumlaki bersama unsur potensi SAR berangkat pukul 12.17 WIT dari Pelabuhan Yosudarso Saumlaki menuju Pulau Tepa menggunakan Kapal Patroli KP. XVI-2006 milik Dit Polairud Polda Maluku.
Namun pada jarak ±25 nautical mile dari Saumlaki, perjalanan harus dihentikan karena gelombang tinggi dan angin kencang.
“Tim SAR gabungan dengan KP. XVI-2006 tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat cuaca buruk, sehingga memutuskan menepi dan bermalam di pulau terdekat,” kata Koordinator Pos SAR Saumlaki.
Pencarian yang juga rencananya dilakukan masyarakat menggunakan speedboat dan longboat turut batal. Camat Babar, Dace Laipeni, melaporkan kondisi gelombang di perairan Pulau Tepa tidak memungkinkan.
Operasi SAR akan dilanjutkan Minggu (15/6/2026) pagi.
Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Dit Polairud Polda Maluku, BPBD MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, serta masyarakat setempat. Alut yang digunakan di antaranya KP. XVI-2006, speedboat masyarakat, dan KM Tiefelin.
Kondisi cuaca di lapangan dilaporkan berawan tebal, angin tenggara-timur 32 knot, tinggi gelombang 2,5 meter.
Data korban:
Selamat:
1. Yakop Anamofa (L/22)
2. Ignasius Matrunkoly (L/42)
Dalam Pencarian:
1. Anton Menahem (L/40)
2. Asael Daniel (L/72)
3. Yomima Waliana (P/36)
4. Regina Unwakolu (P/33)
5. Enderfina Siaran (P/62)
6. Wulan Kelmury (P/35)
7. Yoksan Unawekla (L/9)
8. Marcelo Unawekla (L/4)







