AmbonMaluku

Bandara Pattimura Gandeng YBKN Edukasi P3K dan Deteksi Dini Kanker

×

Bandara Pattimura Gandeng YBKN Edukasi P3K dan Deteksi Dini Kanker

Sebarkan artikel ini
25/7/2026 - Ambon
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon berkolaborasi dengan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Maluku menggelar edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta sosialisasi pencegahan dan deteksi dini tumor dan kanker bagi karyawan di Gedung Administrasi Bandara Pattimura, Ambon, Jumat (24/7/2026). (Courtesy - Humas Bandara Pattimura Ambon)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon memperkuat budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan membekali karyawan pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini tumor dan kanker.

Kegiatan yang digelar di ruang rapat Gedung Administrasi Lantai 2 Bandara Pattimura, Jumat (24/7/2026), merupakan kolaborasi dengan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Maluku.

Edukasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan.

Pada sesi pertama, peserta mengikuti knowledge sharing mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Materi difokuskan pada langkah-langkah dasar penanganan keadaan darurat sebelum korban memperoleh bantuan medis.

Baja Juga :  KM Labobar yang Kandas di Perairan Tual Akhirnya Berlayar Menuju Dobo Kepulauan Aru Maluku Setelah 10 Jam Terombang-Ambing di Laut

Peserta diperkenalkan dengan prinsip memastikan keamanan lokasi kejadian serta teknik penilaian kondisi korban menggunakan metode ASNT (Awas, Suara, Nyeri, Tidak Merespons) dan LDR (Lihat, Dengar, Rasakan).

Perwakilan manajemen Bandara Pattimura yang menjadi pemateri mengatakan, kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi keterampilan penting bagi setiap pekerja karena dapat menentukan keselamatan korban pada menit-menit awal kejadian.

“Kepanikan sering kali menjadi musuh utama saat terjadi kecelakaan. Dengan membekali karyawan menggunakan metode evaluasi sederhana seperti ASNT dan LDR, kita berharap mereka dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan terukur sebelum tenaga medis tiba,” ujarnya.

Usai sesi P3K, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pencegahan dan deteksi dini tumor serta kanker yang disampaikan oleh perwakilan YBKN Maluku, Nisa.

Dalam paparannya, Nisa menjelaskan sejumlah jenis kanker yang kerap sulit dikenali sejak dini, salah satunya kanker nasofaring.

Baja Juga :  Pemindahan Sidang Kasus Eks Brimob ke Ambon Picu Kontroversi, Keluarga Korban Soroti Minimnya Transparansi

Ia juga mengulas karakteristik beberapa tumor jinak seperti lipoma dan fibroadenoma mammae (FAM), serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurutnya, pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan kanker tetap memiliki risiko kekambuhan dalam kurun satu hingga tiga tahun apabila tidak disertai upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

“Banyak jenis kanker, seperti kanker nasofaring, tidak menunjukkan gejala spesifik pada stadium awal sehingga sering kali terlambat disadari. Kami dari YBKN terus menekankan bahwa deteksi dini dan perawatan pencegahan secara konsisten adalah kunci, bahkan bagi mereka yang sudah pernah menjalani operasi pengangkatan tumor,” kata Nisa.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM