JENDELAMALUKU.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat melalui Program Bayar Listrik Pakai Sampah.
Program ini tidak hanya mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar rekening listrik.
Program tersebut dijalankan bersama Beta Bank Sampah sebagai bagian dari pembinaan RT Binaan PLN Peduli di RT 003/RW 002 Wailette, Desa Hative Besar, Kota Ambon.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko mengatakan, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang melalui pemberdayaan masyarakat.
“Melalui program PLN Peduli, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan solusi secara mandiri. Pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutur Soeratmoko.
Melalui program tersebut, warga mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi.
Sampah organik diolah menjadi produk ramah lingkungan seperti eco enzyme dan kompos, sedangkan sampah anorganik disalurkan melalui mekanisme bank sampah.
Pelatihan dan pendampingan diberikan oleh instruktur I Wayan Yuli Ekayani agar masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonominya.
Dalam skema Program Bayar Listrik Pakai Sampah, sampah anorganik yang telah dipilah disetorkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai sesuai harga pasar.
Nilai penjualan kemudian dicatat sebagai tabungan yang dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik pelanggan.
Menurut Soeratmoko, program ini merupakan bagian dari upaya PLN mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan lagi limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berkontribusi mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Sebelumnya, RT binaan PLN Peduli yang dihuni 39 kepala keluarga telah memperoleh berbagai bentuk pendampingan, antara lain penyediaan tempat sampah organik dan anorganik, tempat sampah umum, tong komposter, pendataan produksi sampah rumah tangga, hingga pelatihan pembuatan produk berbasis sampah.







