MalukuTual

Urban Farming Jadi Andalan Tual Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

×

Urban Farming Jadi Andalan Tual Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini

Urban Farming

27/7/2026 - Kota Tual
akil Wali Kota Tual Amir Rumra mengikuti sosialisasi urban farming secara daring bersama jajaran TPID dan pemangku kepentingan di Ruang TPID Kota Tual. (JendelaMaluku.com - Megarivera Renyaan)

TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Tual terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Langkah tersebut diwujudkan melalui sosialisasi urban farming yang digelar secara daring di Ruang TPID Kota Tual, Senin (27/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan pertanian perkotaan.

Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra mengatakan, urban farming menjadi solusi yang relevan bagi Kota Tual yang memiliki keterbatasan lahan.

Dari total luas wilayah, hanya sekitar 1,33 persen berupa daratan, sementara 98,67 persen merupakan wilayah laut.

“Kondisi ini membuat potensi lahan pertanian sangat terbatas, ditambah adanya alih fungsi lahan untuk permukiman dan fasilitas umum,” katanya.

Baja Juga :  Kolaborasi Pertamina dan Hiswana Migas Santuni Anak Yatim dan Berbagi Paket Takjil Gratis di Wilayah Maluku

Karena itu, menurut Amir, pemanfaatan pekarangan rumah, lahan kosong, maupun ruang sempit menjadi strategi untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga, sarana edukasi bagi pelajar, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tual akan mengoptimalkan program tersebut melalui pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, serta pemberian bantuan stimulan berupa bibit dan kompos kepada masyarakat.

Model pengembangan yang diterapkan mengacu pada konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan berbagai metode budidaya, seperti vertical garden, hidroponik, penggunaan pot, polibag, hingga media tanam ramah lingkungan.

“Hasil panen nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal guna mencegah stunting. Selain itu, urban farming diharapkan mampu membantu mengendalikan inflasi karena kebutuhan sayuran keluarga dapat dipenuhi dari hasil panen sendiri,” jelasnya.

Baja Juga :  Hari Pertama Pemulangan Haji, 6.397 Jemaah dan Petugas Tiba di Tanah Air

Amir turut mengapresiasi kontribusi narasumber dari Kota Bandung dan Kota Semarang yang telah berbagi praktik baik dalam pengembangan urban farming. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual serta CSR Perusahaan Fatnim atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan melalui urban farming sejalan dengan keberhasilan Kota Tual dalam menjaga stabilitas harga. Pada 2026, Kota Tual meraih penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi untuk wilayah Maluku–Nusa Tenggara dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM