BeritaNasional

Maroko Siap Evaluasi Penambahan Kuota 50 Beasiswa bagi Mahasiswa Indonesia

×

Maroko Siap Evaluasi Penambahan Kuota 50 Beasiswa bagi Mahasiswa Indonesia

Sebarkan artikel ini

Beasiswa Maroko

30/7/2026 - Beasiswa Maroko
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Courtesy - Kemenag RI)

JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Maroko membuka peluang untuk menambah kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Saat ini tersedia sekitar 50 beasiswa, namun jumlah tersebut siap dievaluasi apabila kebutuhan dari Indonesia terus meningkat.

Komitmen itu disampaikan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, saat bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Maroko.

“Kami menyediakan sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Ada keinginan dari Kementerian Urusan Islam untuk meningkatkan jumlahnya jika memang dibutuhkan. Saya berkomitmen menyampaikan aspirasi Indonesia kepada pemerintah kami dan akan menindaklanjutinya,” kata Houssaini dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Baja Juga :  Dampak Musim Kemarau, Harga Bumbu Dapur di Pasar Langgur Maluku Melonjak Naik

Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyambut baik peluang tersebut.

Menurutnya, Indonesia berharap semakin banyak mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di Maroko melalui kemudahan akses maupun penambahan kuota beasiswa.

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu Indonesia mengirim 30 mahasiswa melalui program visiting student, terdiri atas peserta program magister selama tiga bulan dan program doktoral selama enam bulan.

Namun, rencana pengiriman mahasiswa pada tahun ini belum dapat direalisasikan karena adanya sejumlah persyaratan yang dinilai cukup kompleks.

“Tahun lalu kami mengirim 30 mahasiswa. Tahun ini sebenarnya kami merencanakan kembali program tersebut, tetapi karena banyak persyaratan, akhirnya belum dapat terlaksana,” kata Menag.

Nasaruddin berharap proses penerimaan mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi Maroko dapat dibuat lebih sederhana sehingga peluang studi semakin terbuka.

Baja Juga :  Alasan Pemerintah Larang Umrah Backpacker

Ia juga menilai Maroko dapat menjadi salah satu destinasi pendidikan bagi mahasiswa Indonesia, tidak hanya pada bidang studi keislaman, tetapi juga teknik dan disiplin ilmu lainnya.

“Insyaallah ke depan kita dapat mengirim lebih banyak mahasiswa ke Maroko, bukan hanya untuk studi Islam, tetapi juga teknik dan berbagai bidang ilmu lainnya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Houssaini mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Urusan Islam Maroko untuk menyederhanakan sejumlah persyaratan yang selama ini menjadi kendala bagi mahasiswa Indonesia.

“Saya telah menghubungi Kementerian Urusan Islam untuk memfasilitasi dan menyederhanakan beberapa persyaratan yang dianggap cukup rumit oleh Indonesia. Respons yang kami terima sangat positif,” katanya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM