Selain penambahan kuota beasiswa, kedua negara juga membahas peningkatan kemampuan bahasa Arab bagi calon mahasiswa Indonesia.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menghadirkan pengajar bahasa Arab dari Maroko ke Indonesia agar mahasiswa dapat mengikuti pelatihan selama tiga hingga enam bulan sebelum berangkat melanjutkan studi.
“Kementerian kami menerima gagasan tersebut dan saat ini sedang mengkajinya,” tutup Houssaini.(*)







