OMAN, JENDELAMALUKU.COM – Tumpahan minyak skala besar dari kapal tanker yang bocor akhirnya mencapai garis pantai Oman pada Rabu.
Badan Lingkungan Hidup Oman mengonfirmasi bahwa insiden ini berpotensi menjadi salah satu bencana lingkungan terburuk di dunia dalam beberapa tahun terakhir setelah menyebar tanpa penanganan intensif selama beberapa pekan.
Pada Senin lalu, otoritas Oman menyatakan tengah berupaya melokalisasi tumpahan.
Berdasarkan analisis Badan Lingkungan Hidup Oman, tumpahan minyak saat itu telah mencemari area seluas 390 kilometer persegi.
Namun, cakupan tumpahan kini telah melonjak hingga lebih dari 2.000 kilometer persegi, menurut analisis citra satelit oleh spesialis tumpahan minyak John Amos.
Lembaga Lingkungan Hidup Oman memperkirakan tumpahan ini berpotensi merusak sekitar 40 km pesisir dekat Ras Madraka serta wilayah Pulau Masirah.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui terkait insiden tersebut:
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Minyak mentah terus merembes dari kapal tanker Caroline Bezengi sejak kandas di jarak 22 mil laut (sekitar 41 km) dari kota pesisir Sharbithat, Oman.
Insiden kandas ini terjadi tak lama setelah kru kapal melaporkan dugaan ledakan pada 8 Juni lalu saat berlayar dari Rusia menuju India.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa kapal tanker tersebut mengangkut sekitar 800.000 barel minyak kena sanksi dan telah kandas sejak 30 Juni.
Sementara itu, investigasi AFP menunjukkan kapal tersebut sempat terdampar selama beberapa pekan di dekat Pulau al-Qibliyyah, Oman.
Selama periode tersebut, tumpahan minyak terus meluas ke arah garis pantai Oman.
Kantor Berita Oman (ONA) mengutip otoritas lingkungan setempat yang menyatakan, “Hasil pemantauan hari ini menunjukkan beberapa pantai di wilayah Ras Madrakah telah terdampak pencemaran minyak.”
Kota di tepi Samudra Hindia ini berjarak sekitar 200 km dari al-Qibliyyah.
Saat ini, konsentrasi tumpahan minyak berada di sekitar Kepulauan Hallaniyat di lepas pantai selatan, sebuah kawasan konservasi laut yang didirikan tahun lalu untuk melindungi ekosistem sensitif dan keanekaragaman hayati, termasuk penyu langka.
Pada Rabu, ONA melaporkan bahwa “garis pantai sepanjang 40 km di wilayah Ras Madrakah diperkirakan terdampak.”
Sementara itu, pantai selatan Pulau Masirah yang terletak 15 km dari lepas pantai Oman berisiko terkontaminasi dalam beberapa jam ke depan, mencakup area seluas 10 hingga 20 km.
Juru bicara Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB menyatakan pihaknya tengah memantau ketat insiden kebocoran tersebut.







