AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bergerak cepat merespons dampak bentrokan warga Desa Lisabata dan Desa Patahue di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang menghanguskan puluhan rumah warga.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerugian yang dialami masyarakat, di mana 27 unit rumah dan 1 unit sepeda motor hangus terbakar, serta 4 warga terluka akibat tembakan senapan angin.
Hendrik memastikan Pemprov Maluku terus berkoordinasi dengan Pemkab SBB untuk menangani serta memitigasi dampak dari pertikaian tersebut.
“Pemerintah Provinsi Maluku berkoordinasi dengan Pemerintah SBB untuk mengambil langkah penting sesuai dengan kewenangan guna menangani dan memitigasi dampak pertikaian yang terjadi,” kata Hendrik.
Di samping langkah mitigasi dampak bagi korban, Hendrik meminta warga menghentikan segala bentuk aksi balas dendam dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi penyesatan di media sosial, sembari menunggu proses hukum dan pengamanan yang dijalankan pihak kepolisian dan TNI.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahue pecah pada Jumat (11/9/2026).
Bentrok tersebut dipicu oleh kesalahpahaman menyusul insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area kebun salah satu warga di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali.
Aksi saling serang tersebut berdampak fatal.
Sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan hangus terbakar.
Selain kerugian material, empat warga dari salah satu desa mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin.
Saat ini, jajaran TNI dan Polri telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyekatan dan pengamanan guna mencegah bentrokan susulan, sembari memproses hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab.(*)







